Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sambut Ramadan, Warga Kota Tangerang Lakukan Tradisi Keramas Bareng
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
  • Ratusan warga RW 02, Kelurahan Babakan, Tangerang melakukan tradisi 'Keramas Bareng' di Sungai Cisadane untuk menyambut bulan suci Ramadan.
  • Tradisi tersebut menjadi simbol kebersihan dan persiapan diri menjelang Ramadan, serta memiliki nilai-nilai moral dalam menyucikan diri sebelum ibadah puasa.
  • Keramas Bareng di Sungai Cisadane diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia oleh Pemkot Tangerang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Menyambut bulan suci Ramadan, ratusan warga RW 02, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang melaksanakan tradisi unik yang telah menjadi bagian dari budaya lokal, yakni 'Keramas Bareng' di Sungai Cisadane, Kamis (27/2/2025).

Mereka melakukan keramas bareng dengan membawa sampo yang kemudian bersama-sama membersihkan diri dengan menyebur atau menggunakan gayung ke Sungai Cisadane. 

Lurah Babakan M Ali Furqon mengungkapkan, Keramas Bareng adalah tradisi yang sudah mengakar di masyarakat Kota Tangerang. 

"Aktivitas ini menjadi simbol kebersihan dan persiapan diri yang menyeluruh menjelang Ramadan dan juga untuk membangun keharmonisan masyarakat," ungkapnya.

1. Keramas bareng menyimbolkan pembersihan diri sebelum Ramadan

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Ali Furqon mengungkapkan, tradisi Keramas Bareng menyimbolkan pembersihan diri sebelum umat musim di wilayah tersebut menjalankan ibadah selama bulan Ramadan. 

“Selain untuk menyambut Ramadan, tradisi Keramas Bareng memiliki nilai-nilai moral seperti menyucikan diri, jiwa dan fisik umat muslim sebelum menjalani ibadah puasa,” jelas Ali Furqon.

2. Keramas Bareng diajukan sebagai warisan budaya tak benda

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Ia pun menjelaskan, Keramas Bareng di Sungai Cisadane tengah diajukan Pemkot Tangerang melalui Disbudpar Kota Tangerang sebagai Warisan Budaya Tak Benda kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

“Karena memang, ini adalah tradisi dan budaya sebagai salah satu keunikan dan ciri khas dari Kota Tangerang sebagai momen kebersamaan jelang Ramadan yang sudah mengakar,” katanya.

3. Warga antusias Keramas Bareng keluarga dan tetangga

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Sementara itu, Dayat dengan kedua anaknya mengaku senang dan antusias mengikuti kegiatan Keramas Bareng yang selalu ia ikuti setiap tahunnya. Tradisi yang dipercaya dapat membangun semangat kebersamaan dan membersihkan diri untuk menjalani bulan suci Ramadan dengan kebersihan diri dan hati.

“Tradisi ini sudah saya ikuti sejak saya kecil dan saat ini setiap tahun saya kenalkan kepada dua anak laki-laki saya. Diharapkan, kedua anak ini bisa menjadi pewasris yang melanjutkan tradisi Keramas Bareng di Sungai Cisadane ke anak dan cucu mereka,” seru Dayat.

Editorial Team

Related Article