Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sungai Tertutup Sampah di Serang Diadukan ke Bupati Hingga Wapres

Sungai Tertutup Sampah di Serang Diadukan ke Bupati Hingga Wapres
IDN Times/Khaerul Anwar
Share Article

Serang, IDN Times - Warga Kampung Kebalikan, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, terpaksa harus hidup berdampingan dengan sampah yang berada di aliran sungai. Ratusan meter aliran sungai Lontar dipenuhi sampah domestik yang tak diangkut hingga belasan tahun.

Padahal, warga telah mengadu kepada pemerintah desa, bupati, hingga Wakil Presiden Maruf Amin untuk mengangkut sampah. Namun, tak kunjung dibersihkan.

"Belum ditangani, segitu aja (menumpuk). Dulu ngusulin ke kepala desa. Itu Pak Ma'ruf Amin juga sering ke sini, sering main ke pantai sama bupatinya juga udah tahu, tapi gak di respons," kata Ketua RT 013 Kampung Kebalikan Jenab, Selasa (15/7/2024).

1. Telah disampaikan ke Wapres saat kunjungan ke Desa Lontar

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

Dikonfirmasi terpisah, Camat Tirtayasa, Yayat Wahyu Hidayat membenarkan bahwa permasalahan sampah di Sungai Lontar tersebut sudah sampai ke telinga Mar'uf Amin.

Pemkab Serang telah mengajukan proposal untuk bantuan normalisasi Sungai Lontar yang dipenuhi sampah tersebut. Bahkan, proposal itu telah diterima langsung oleh orang nomor dua di Indonesia saat ada kegiatan kunjungan ke Desa Lontar, beberapa tahun silam.

"Saya langsung ngomong ke Pak Ma'ruf Amin. Di situ pun Pak Wapres, manggil sekretarisnya, 'coba catet nih'. Gitu," katanya.

2. Hingga saat ini, masalah sampah di Sungai Lontar tak kunjung ditangani

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

Namun, meski sudah diketahui oleh Ma'ruf Amin, persoalan sampah di Sungai Lontar tersebut tak kunjung ditangani.

"Artinya untuk segera direalisasikan, saya sudah berusaha ke sana kemari," katanya.

3. Pemkab Serang dan Pemprov Banten mengaku tak punya anggaran

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

Sebelum meminta bantuan ke Wapres, kata Yayat, pihak kecamatan dan desa sempat mengajukan anggaran ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Namun, baik Pemkab maupun Pemprov mengku tak sanggup menangani masalah sampah di sungai tersebut dengan alasan keterbatasan anggaran.

"Sehingga saya ajukan ke kementerian, proposalnya sudah sampai," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau

Latest News Banten

See More

Pria di Tangerang Jual Ganja Eceran Saat Malam Idul Adha

28 Mei 2026, 14:27 WIBNews