Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Terdampak Banjir Sepekan, Warga Binuang Serang Alami Gatal-Gatal

Banjir melanda wilayah Kabupaten Serang pada pertengahan Januari 2026
Banjir melanda wilayah Kabupaten Serang pada pertengahan Januari 2026 (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Intinya sih...
  • Warga korban banjir di Binuang, Serang mengalami gatal-gatal, gangguan kulit, dan demam setelah rumah mereka terendam selama seminggu.
  • Fasilitas pengungsian dinilai memprihatinkan dan tidak memberikan perlindungan yang layak saat cuaca buruk. Genangan air keruh dan lumpur menjadi sarang kuman yang memicu masalah kesehatan.
  • Warga meminta Pemerintah Kabupaten Serang untuk tindakan cepat dan konkret, seperti penyedotan air atau perbaikan drainase agar banjir segera surut. Keluhan juga disampaikan terkait kurangnya sarana air bersih di tempat pengungsian.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times - Sejumlah warga korban banjir di Kampung Kuranji, Desa Jakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang mengeluhkan gatal-gatal, gangguan kulit, hingga demam. Gangguan kesehatan itu muncul setelah sepekan rumah mereka terendam banjir.

Salah seorang warga terdampak banjir, Hilmi mengungkapkan, kondisi kesehatan para pengungsi semakin menurun. Lingkungan yang lembap memperburuk keadaan, terutama bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

"Warga sudah mulai mengeluhkan gatal-gatal hingga demam karena harus terus-menerus terpapar lingkungan yang tidak sehat," ujar Hilmi, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (19/1/2026).

1. Warga mengeluhkan kondisi tempat pengungsian

Warga Kabupaten Serang di pengungsian setelah rumah mereka tergenang banjir pada Januari 2026
Warga Kabupaten Serang di pengungsian setelah rumah mereka tergenang banjir pada Januari 2026 (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Hilmi juga menyoroti fasilitas pengungsian yang dinilai memprihatinkan. Menurutnya, tempat berteduh sementara yang ada saat ini tidak memberikan perlindungan yang layak, terutama saat cuaca buruk kembali melanda. "Kalau hujan bocor dan lantainya jadi becek, sehingga kami sulit beristirahat," tambahnya.

Banjir yang tak kunjung surut tersebut juga telah melumpuhkan aktivitas warga secara total selama satu minggu terakhir. Genangan air yang keruh, bercampur lumpur, dan sampah diduga menjadi penyebab utama buruknya sanitasi lingkungan, sehingga menjadi sarang kuman yang memicu masalah kesehatan bagi warga yang bertahan.

Dengan demikian warga meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk mengambil tindakan yang lebih cepat dan konkret. Ia berharap ada upaya penyedotan air atau perbaikan drainase agar banjir segera surut, mengingat roda perekonomian dan aktivitas warga telah mati total selama satu minggu.

Keluhan senada disampaikan oleh Imas, seorang ibu rumah tangga yang juga menjadi korban banjir di wilayah tersebut. Imas mengaku sangat khawatir karena kondisi di pengungsian yang kurang layak dan tidak adanya sarana air bersih.

"Anak-anak kasihan, tidurnya tidak nyenyak kalau hujan tenda ini bocor. Kami bingung, mau membersihkan badan juga air bersihnya susah didapat," ungkap nya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More

Pemkab Serang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir

19 Jan 2026, 09:40 WIBNews