Insiden tersebut bermula saat IR, sang penjual miras, kedapatan memberikan informasi via pesan singkat, kepada sesama pedagang miras lainnya terkait operasi gabungan ini.
“Bapak mau ngapain lihat handphone saya, ini barang pribadi saya,” kata IR seraya mencoba merebut telepon genggam dari salah seorang petugas yang berusaha menyita telepon genggam IR.
Meski demikian, petugas yang berasal dari jajaran Provost Polres Metro Tangerang tidak menggubris upaya IR yang bahkan sempat memaki.
Kecurigaan para petugas pun akhirnya terbukti. Saat petugas membuka handphone IR, ditemukan beberapa grup penjual miras di dalam aplikasi pesan singkatnya tersebut.