Yosef Abas, mentor affiliate marketing yang juga Founder & CEO RKP Manajemen saat peluncuran buku di ICE BSD, Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Yosef mengungkapkan, di setiap platform penjualan, terdapat komunitas yang mengumpulkan dan menghubungkan afiliator dengan penjual. Dalam komunitas tersebut, penjual bisa memilih affiliator yang ingin diajak bekerja sama. Terlebih, biasanya penawaran komisi juga bisa diberikan secara khusus selain dari program di dalam platform.
"Komunitas ini juga biasanya yang menyebarkan sebuah campaign, misalnya saat Harbolnas, Ramadan, atau peluncuran produk baru," tuturnya.
Selain itu, Yosef juga mengimbau penjual untuk ikut dalam manajemen komunitas afiliator yang bukan hanya mengumpulkan afiliator, tetapi juga mengaturnya agar bisa bekerja secara aktif dan konsisten.
Menurutnya, beberapa elemen penting dari manajemen afiliator antara lain proses onboarding, materi promosi, product knowledge, angle konten, alur komunikasi, sistem komisi, serta keberadaan tim atau orang khusus yang mengelola hubungan dengan afiliator. Pola tersebut kerap terlihat pada momentum besar seperti Ramadan, Harbolnas, atau peluncuran
produk baru. Brand dapat merekrut afiliator dalam jumlah besar untuk mendorong campaign.
"Namun, ketika stok tidak terjaga, komisi kurang kompetitif, materi promosi tidak tersedia, atau
komunikasi dengan afiliator tidak berjalan, performa program affiliate akan sulit dipertahankan," katanya.
Dalam bukunya, Yosef juga menerangkan adanya Total Affiliate Activation Blueprint, Yosef merangkum pengalaman dirinya dalam mendampingi brand dan creator di ekosistem marketplace dan social commerce. Framework ini disusun sebagai panduan lengkap agar brand tidak berhenti pada tahap merekrut affiliate, tetapi mampu mengubahnya menjadi pasukan penjualan yang aktif dan terkelola dengan baik.
Salah satu titik penting dalam blueprint tersebut adalah orientasi, atau onboarding. Yosef menyebut, minggu pertama setelah afiliator bergabung merupakan periode yang sangat menentukan. Pada fase ini, afiliator perlu segera memahami produk, mengetahui keunggulan yang bisa dikomunikasikan, mendapatkan referensi konten, serta melihat peluang komisi secara jelas.
"Tanpa onboarding yang baik, afiliator mudah bingung dan akhirnya tidak banyak bertindak.
Sebaliknya, jika sejak awal mereka merasa dibantu, diarahkan, dan melihat potensi hasil, peluang mereka untuk aktif menjual produk brand akan lebih besar," ungkapnya.
Selain onboarding, Yosef juga menekankan pentingnya peran affiliate manager di sebuah brand. Menurutnya, komunitas affiliate tidak akan bergerak maksimal jika tidak ada orang yang secara khusus menjaga komunikasi, mengatur ritme campaign, menjawab kebutuhan afiliator, dan memastikan mereka tetap terhubung dengan brand.
“Komunitas tanpa community manager biasanya sulit hidup. Begitu juga affiliate. Kalau brand punya banyak afiliator tetapi tidak ada yang mengelola, mereka akan sulit bergerak secara konsisten,” pungkasnya.