Tangerang Selatan, IDN Times – Sejumlah warga di Kota Tangerang Selatan mengeluhkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026, khususnya pada jalur domisili wilayah untuk jenjang SMA. Warga menilai mekanisme seleksi yang diterapkan membingungkan karena peserta dengan jarak rumah lebih dekat justru tidak lolos.
Salah satu keluhan disampaikan Nur, warga Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu. Ia mengaku mendaftarkan anaknya ke SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan melalui jalur domisili karena lokasi rumah berada tidak jauh dari sekolah tersebut.
Namun, saat proses seleksi berjalan, posisi anaknya yang sempat masuk daftar penerimaan disebut berubah dan akhirnya tidak lolos.
“Saya daftarin anak jalur domisili, sempet ada di daftar nomor urut tiba-tiba kelempar,” kata Nur, Senin (22/6/2026).