IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
Sementara, Agnita Irawaty, Dokter Spesialis Penyakit Dalam menjelaskan, demam berdarah pada anak sangat rawan menyebabkan kematian. Dari angka yang ditunjukan Kementerian Kesehatan, usia rentan kematian pada usia 0 sampai 14 tahun.
"Pada tahun 2022, angka kematian terbanyak pada golongan usia 0 sampai 14 tahun, sebanyak 74,48 persen," katanya.
Untuk itu, Agnita mengingatkan pasien harus mengenali 3 fase pada siklus DBD. Yakni, fase pertama di hari pertama sampai ke tiga atau ke empat, penderita DBD akan demam tinggi, naik dan turun. Pada fase ini anak akan beresiko menderita dehidrasi, karena berbarengan akan disertai dengan nafsu makan kurang dan muntah.
Lalu masuk fase ke dua, yakni fase kritis, diantara hari ke 3 hingga 5. Saat ini, demam pada anak akan turun, konsisten tidak akan tinggi lagi. Namun, Hutomo menegaskan, saat inilah orang tua harus waspada, karena pada fase ini virus menyerang ketahanan tubuh, berisiko syok dan perdarahan bila telat penanganan.
"Meski demam turun, justru pada fase ini anak-anak akan lemas, maunya tiduran terus," katanya.
Berikutnya fase akhir, pemulihan hari ke 7 hingga ke 10. Sudah penyembuhan. Pasien akan merasa lebih sehat, nafsu makan sudah muncul.