11 Wilayah di Kota Serang Dikepung Banjir, 1.099 Jiwa Terdampak

- BPBD Kota Serang evakuasi warga terdampak banjir
- 368 KK atau 1.099 jiwa terdampak, 330 rumah terendam
- Masyarakat dihimbau hindari wilayah rawan banjir
Serang, IDN Times – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Serang, Banten pada Kamis (29/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat sedikitnya 11 wilayah di dua kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian air antara 20 hingga 80 sentimeter.
1. BPBD terjunkan personel untuk evakuasi warga

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan pihaknya terus memantau dan membantu penanganan banjir hingga siang hari. Namun Banjir kembali kepung Kota Serang setelah hujan dengan intensitas tinggi sejak semalam.
“Kami memonitor wilayah terdampak bencana, menurunkan personel dan peralatan, melakukan evakuasi warga terdampak banjir, serta pendataan wilayah terdampak,” kata Diat.
2. Sebanyak 368 KK terdampak, ratusan rumah terendam

Diat menyebutkan, banjir hari ini berdampak pada 368 kepala keluarga (KK) atau 1.099 jiwa, yang menyebabkan 330 rumah terendam. Mayoritas air di sejumlah wilayah kini mulai berangsur surut, meski masih ada titik yang tergenang.
Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Serang dan Kecamatan Cipocok Jaya. Di Kecamatan Serang, genangan tertinggi tercatat mencapai sekitar 80 sentimeter di Lingkungan Cimuncang Sido Muncul dan Lingkungan Kantin, Kelurahan Cimuncang.
Sementara di Kecamatan Cipocok Jaya, banjir masih menggenangi Kompleks Untirta Permai, Kelurahan Panancangan, dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter.
"Data dampak di lokasi tersebut masih dalam proses pendataan," katanya.
3. Masyarakat dihimbau hindari wilayah rawan banjir

Selain evakuasi warga, BPBD Kota Serang melakukan berbagai langkah penanganan, mulai pemantauan cuaca melalui BMKG, penanganan pohon tumbang, hingga asesmen rumah roboh akibat cuaca ekstrem.
Diat mengimbau masyarakat tetap waspada, khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana. BPBD juga mengingatkan pengguna jalan agar lebih waspada saat melintas di wilayah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang.
“Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Warga di daerah rawan bencana agar selalu berhati-hati,” ujarnya.

















