Refleksi 1 Tahun, Andra Soni: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci

- Kepala daerah harus siap menerima kritik dan caci maki dari masyarakat
- Andra Soni menegaskan tidak semua kebijakan bisa memuaskan semua pihak, sehingga kepala daerah harus siap dicaci dan dimaki sebagai tanda harapan.
- Pernyataan disampaikan saat tengah sorotan Wali Kota Serang polisikan media dan Andra paparkan program yang telah dilakukan selama setahun menjabat.
Serang, IDN Times – Gubernur Banten Andra Soni mengatakan kepala daerah harus siap menerima kritik, termasuk caci maki dari masyarakat. Menurutnya, kritik justru menjadi tanda adanya harapan yang dititipkan kepada pemimpin.
Pernyataan itu disampaikan Andra saat menjadi pembicara dalam diskusi Refleksi Satu Tahun Gubernur Banten di Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta), Kamis (19/1/2026).
1. Andra sebut tidak semua kebijakan bisa memuaskan semua pihak

Ia menegaskan, tidak semua kebijakan dapat memuaskan seluruh pihak. Dalam setiap program yang dijalankan, akan selalu ada masyarakat yang merasa tidak puas.
“Jadi kepala daerah itu harus siap dicaci dan dimaki. Semakin banyak kita dikritik dan diberi saran, itu tandanya harapan telah dititipkan kepada kita,” kata Andra.
2. Pernyataan disampaikan saat tengah sorotan Wali Kota Serang polisikan media

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terkait langkah Wali Kota Serang Budi Rustandi yang melaporkan akun media lokal Ekbisbanten.com ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten. Selain akun media, dua akun Instagram perorangan juga turut dilaporkan.
Laporan itu berkaitan dengan unggahan soal anggaran pemeliharaan mobil dinas Wali Kota Serang yang disebut mencapai Rp1,6 miliar. Budi menilai unggahan tersebut menyerang kehormatannya dan menggiring opini negatif.
3. Andra juga sempat paparkan program yang telah dilakukan selama setahun menjabat

Dalam kesempatan yang sama, Andra juga memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi Banten. Salah satunya program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang memungkinkan pemprov mengintervensi pembangunan jalan desa di 61 titik.
Andra mengakui program tersebut tidak akan tuntas dalam satu periode kepemimpinan lima tahun. Namun, ia menegaskan program itu menjadi fondasi penting pembangunan infrastruktur desa di Banten.
“Apa yang saat ini dilakukan, setidaknya diselesaikan satu per satu. Mungkin tidak selesai dalam satu periode, tapi kita membangun fondasi dan berada di jalan yang benar,” ujarnya.
Andra pun menyampaikan apresiasi kepada akademisi Untirta atas masukan dan saran yang diberikan selama masa kepemimpinannya. “Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih atas masukan dan saran independen dari Bapak dan Ibu yang hadir di sini,” ucapnya.

















