1.400 Properti Premium Diobral dalam Royal Key 2026, Ada di Tangerang!

- Program Royal Key 2026 menawarkan kemudahan akses dan beragam keuntungan, termasuk potongan harga hingga 26%, subsidi uang muka hingga 15 persen, dan promo khusus.
- Generasi Z menjadi target utama program ini dengan produk yang relate dengan generasi muda, mulai dari harga terjangkau hingga lokasi strategis.
Tangerang, IDN Times - Sebanyak 1.400 unit properti milik Sinar Mas Land diobral dalam program penjualan nasional Royal Key 2026. Bahkan, mayoritas properti yang diperuntukan untuk hunian tersebut sudah siap huni dan bisa mengikuti program pembebasan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP).
Deputy Group CEO Strategic Development and Assets Sinar Mas Land, Herry Hendarta mengungkapkan, Royal Key menjadi solusi strategis untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk memiliki hunian dan properti komersial yang siap huni, sebagai salah satu pilihan aset investasi jangka panjang bernilai tinggi.
"Program ini menghadirkan beragam pilihan produk dengan harga variatif mulai dari Rp1,1 miliar, berlokasi di kawasan premium yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya di BSD City," kata Herry, Kmais (29/1/2026).
1. Ini kemudahan yang didapat

Berbagai keuntungan ditawarkan dalam program Royal Key 2026, antara lain potongan harga hingga 26 persen, subsidi uang muka hingga 15 persen, free BPHTB, free biaya KPA, hingga voucher furniture. Selain itu, tersedia tambahan promo khusus berupa ekstra diskon potongan harga 1 persen untuk transaksi pada periode 22–31 Januari 2026.
"Didukung momentum positif industri properti serta keberlanjutan insentif pemerintah seperti penurunan suku bunga dan perpanjangan PPN DTP hingga akhir 2026, kami optimis Royal Key akan menjadi solusi bagi masyarakat untuk memiliki hunian dan aset investasi berkualitas tinggi dengan rasa aman dan kepercayaan jangka panjang," ungkapnya.
"Kami menargetkan penjualan Rp3,6 triliun dalam program ini sepanjang Tahun 2026," imbuhnya.
2. Generasi Z menjadi incaran program ini

Dian Asmahani Chief of Corporate Sales and Marketing Sinar Mas Land mengungkapkan, program ini juga mengincar pasar dari generasi Z. Hal tersebut dilihat dari potensi pembelian properti yang dilakukan oleh pembeli rentang usia 23-28 tahun.
"Dilihat dari data profiling kami, pada tahun 2023 13 persen, lalu tahun 2024 sebanyak 16 persen pembelian properti terutama untuk proyek di BSD City," kata Dian.
Saat ini, pihaknya juga mengeluarkan produk yang relate dengan generasi Z, mulai harga yang terjangkau, hingga lokasi yang strategis dekat dengan pusat komersial dan gaya hidup. "Kami melihat ini opportunity yang positif untuk generasi-generasi muda yang sebenarnya mereka itu sudah masuk dalam investment properti, termasuk sebenarnya kebutuhan untuk tinggal mereka juga," katanya.
3. Masyarakat lebih selektif memilih properti

Hermawan Wijaya, Direktur PT Bumi Serpong Damai menuturkan, saat ini masyarakat dalam membeli properti lebih selektif dan memilih untuk tidak terlalu cepat memutuskan. Hal tersebut lantaran pilihan properti terutama hunian yang cukup banyak.
"Kalau sebelumnya, calon pembeli itu visit rumah contoh 1 sampai 2 kali langsung ambil, kalau tahun 2025 kemarin itu 3-4 kali visit baru fix membeli, ini jadi tren baru ya," kata Hermawan.
Meski masyarakat dinilai lebih selektif dalam membeli properti, tapi tren penjualan masih tetap positif, terutama dengan banyaknya program pemerintah dan diskon-diskon yang ditawarkan.
"Kami melihatnya masih optimis di tahun 2026 ini, karena pertumbuhan penduduk juga semakin banyak sehingga kebutuhan properti terutama rumah tinggal juga akan selalu ada," pungkasnya.

















