5 Tips Bermanfaat Bagi Para Sandwich Generation

Apakah kamu termasuk sandwich generation? Generasi sandwich merupakan generasi orang dewasa yang harus menanggung hidup 3 generasi, yaitu orangtuanya, diri sendiri, dan anaknya.
Dikutip dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id, istilah ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1981 oleh seorang Profesor sekaligus direktur praktikum University Kentucky, Lexington, Amerika Serikat bernama Dorothy A. Miller.
Kondisi tersebut dianalogikan seperti sandwich dimana sepotong daging terhimpit oleh 2 buah roti. Roti tersebut diibaratkan sebagai orang tua (generasi atas) dan anak (generasi bawah), sedangkan isi utama sandwich berupa daging, mayonnaise, dan saus yang terhimpit oleh roti diibaratkan bagai diri sendiri.
Nah, sebagai sandwich generation, kamu perlu bijak dalam mengatur waktu, tenaga, dan uang yang dimiliki agar bisa menuntaskan semua yang jadi kewajiban. Memegang peran sebagai seorang individu, anggota keluarga, dan masih banyak lagi, tidak lantas menyurutkan semangat para sandwich generation untuk terus berusaha.
Fokus mendukung anggota keluarga sudah jadi kewajiban. Namun, fokus pada dirimu sendiri tidak boleh terlupakan.
Kelima tips di bawah ini akan membantumu untuk mengerjakan semuanya dengan porsi yang seimbang. Dengan demikian, tidak ada yang tertinggal dan semua pihak bisa tetap berbahagia.
1. Alokasi gaji

Hal yang pertama dan utama adalah mempersiapkan bagaimana nantinya kamu akan menggunakan uangmu. Setelah kamu menerima penghasilan, ada baiknya kamu ambil waktu sejenak untuk membuat daftar hal-hal yang perlu dilunasi, kemudian disusul dengan jenis kebutuhan lainnya.
Dengan punya rencana keuangan seperti ini, kamu nantinya bisa evaluasi agar ke depannya bisa mengatur uang dengan lebih baik lagi.
2. Tetap sediakan uang untuk membahagiakan diri sendiri ya

Bekerja keras untuk mendukung anggota keluarga secara finansial bukan berarti kamu boleh melupakan dirimu sendiri. Seberapapun uang yang kamu terima, sisakan secukupnya bagimu untuk bersenang-senang.
Kamu bisa gunakan jatah tersebut untuk makan makanan favoritmu, membeli barang kesukaanmu, dan sebagainya. Kerja kerasmu juga perlu untuk kamu nikmati agar nantinya kembali semangat untuk bekerja lagi.
3. Kalau tidak benar-benar butuh, sebaiknya tidak usah dibeli

Ada banyak hal yang kamu inginkan, namun belum tentu semuanya benar-benar kamu butuhkan. Oleh karena itu, tanyakan lagi pada diri sendiri mengenai urgensi dari hal tersebut.
Kalau memang butuh, beli. Sementara, kalau tidak mendesak, kamu bisa pertimbangkan untuk menundanya. Coba lihat apakah kamu masih menginginkannya beberapa waktu ke depan. Kalau memang masih dan hal tersebut akan bermanfaat, barulah beli.
4. Penghasilan tambahan adalah salah satu solusi alternatif terbaik

Bekerja pada satu tempat mungkin cukup untuk memberikan gaji yang mampu memenuhi kebutuhan pribadi. Namun, kalau ada keluarga yang perlu dicukupi kebutuhannya, kamu bisa coba cari penghasilan tambahan.
Dengan memiliki uang lebih, kamu bisa mengatasi lebih banyak hal dengan mudah. Banyak iklan pekerjaan tersedia di internet dan kamu bisa memilih sesuai dengan bakat dan keterampilan yang kamu miliki.
5. Tetap perlu memperhatikan diri sendiri dan impian yang dimiliki

Fokus membantu anggota keluarga yang membutuhkan adalah hal yang baik. Namun, jangan sampai kamu melupakan dirimu sendiri dan impian yang senantiasa kamu bayangkan selama ini.
Di sela-sela kegiatan harian, kamu bisa memanfaatkan waktu luang untuk merawat diri dan juga fokus mengerjakan gol-gol yang telah kamu bangun selama ini. Dengan melakukannya, kamu akan terus termotivasi dalam berusaha menuju kesuksesan.
Meski tumbuh menjadi sandwich generation, sebaiknya hal ini tidak menyurutkan semangatmu dalam menjalani hidup. Impianmu akan selalu ada di dalam dirimu sembari kamu juga sibuk mendukung anggota keluargamu. Manfaatkan uang dan waktu dengan bijak agar bisa memenuhi semua kewajiban dan ambisimu.



















