Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

89 Kasus Campak Tercatat di Kabupaten Tangerang, Mayoritas di Kosambi

89 Kasus Campak Tercatat di Kabupaten Tangerang, Mayoritas di Kosambi
ilustrasi campak (IDN Times/NRF)
Intinya Sih
  • Sepanjang 2025, Kabupaten Tangerang mencatat 89 kasus campak dan rubella, dengan sebaran di 12 kecamatan dan jumlah tertinggi berada di Kosambi serta Teluknaga.
  • Kebanyakan kasus menyerang balita yang belum imunisasi, namun Dinas Kesehatan memastikan penanganannya masih terkendali dan terus dilakukan pemantauan intensif.
  • Pemerintah daerah menggencarkan sosialisasi imunisasi campak-rubella, sejalan dengan upaya nasional memperkuat surveilans dan respons cepat terhadap peningkatan kasus di berbagai wilayah Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang, IDN Times - Sebanyak 89 kasus campak dan rubella tercatat ada di Kabupaten Tangerang sepanjang tahun 2025. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengungkapkan, puluhan kasus tersebut tersebar di 12 kecamatan dengan 1-5 suspek kasus.

"Tertinggi di Kosambi dengan 12 kasus dan 8 kasus di Teluknaga," kata Hendra, Minggu (1/3/2026).

1. Campak banyak menyerang balita yang belum imunisasi

ilustrasi penyakit campak
ilustrasi penyakit campak (freepik.com/freepik)

Hendra mengungkapkan, ke-89 suspek campak tersebut terjadi pada usia balita akibat tidak melakukan imunisasi. Meski begitu, Hendra memastikan penanganan kasus campak tersebut masih dalam tahap terkendali.

"Sejauh ini masih tertangani dengan baik," katanya.

2. Hendra bakal menggencarkan sosialisasi imunisasi campak

ilustrasi sakit campak (freepik.com)
ilustrasi sakit campak (freepik.com)

Untuk mencegah kasus berkembang tak terkendali, Hendra bakal menggencarkan sosialisasi imunisasi campak dan rubella. Hal tersebut agar infeksi campak dan rubella tidak fatal terutama pada balita.

"Sesuai arahan Kementerian Kesehatan," ungkapnya.

3. Total 63.769 kasus supek campak tercatat di seluruh Indonesia

Campak
Imunisasi Campak di Denpasar (Dok.IDN Times/istimewa)

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat berdasarkan data nasional, sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian (CFR 0,1 persen). Sementara pada tahun 2026 hingga Minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian (CFR 0,05 persen).

Pada periode tersebut, terjadi 21 KLB suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Pelaksana Teknis (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular sehingga memerlukan kewaspadaan dan respons cepat.

“Campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Karena itu, setiap peningkatan kasus harus direspons dengan cepat melalui surveilans yang kuat dan pelaporan yang tepat waktu,” ujar Andi.

Ia menjelaskan bahwa penemuan kasus suspek campak pada tahun 2025 meningkat signifikan, yakni 147 persen dibandingkan tahun 2024, sehingga penguatan sistem kewaspadaan dini menjadi prioritas utama.

“Kami terus memperkuat surveilans campak secara nasional, termasuk penyelidikan epidemiologi maksimal 24 jam setelah penemuan kasus dan pelaporan real time melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR),” jelasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Banten

See More