Anies Baswedan Kampanye Penutupan Alexis di Tangerang

Tangerang, IDN Times - Calon Presiden nomor urut 1, Anies Rasyid Basweda, menyinggung keberhasilan dirinya dalam menutup tempat hiburan di wilayah Jakarta, Hotel Alexis, saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2017 lalu. Hal tersebut dikatakan Anies saat orasi di GOR Gondrong, Kota Tangerang, Sabtu (2/12/2023).
"Ingat Alexis? Itu adalah tempat maksiat (hiburan malam), sudah diprotes tokoh agama, didemo tapi tetap bertahan karena punya beking kuat. Tapi saat pergantian Gubernur 2017, berhasil ditutup hanya dengan selembar kertas dan satu jari (tanda tangan)," ujar Anies yang disambut teriakan pendukung.
1. Anies sebut perubahan membutuhkan kewenangan

Anies mengungkapkan, berhasil ditutupnya Hotel Alexis, kata dia sebagai contoh bahwa perubahan membutuhkan kewenangan. Pasalnya, jika tak memiliki kewenangan, maka akan sulit melakukan perubahan.
"Jadi kalau hari ini kita ingin perubahan, ingin membuat kebijakan, petani bisa dapat pupuk murah, perlu pergantian kewenangan. Buat kebijakan yang bisa mengubah, ingin lapangan kerja banyak, kewenangan harus diubah. Nah, kewenangan itu didapatkan lewat Pemilu," ungkap Anies.
2. Anies sebut harus ada ketegasan untuk melakukan perubahan

Anies pun menjelaskan, dalam melakukan perubahan perlu adanya ketegasan dalam membuat kebijakan. Terlebih, saat ini banyak kebijakan yang tidak berpihak pada masyarakat.
"Kondisi saat ini membutuhkan ketegasan, bila engga ada, sulit melakukan perubahan, misalnya petani dan nelayan kita itu kerja luar biasa berat tapi pendapatan rendah, sementara ibu rumah tangga belanja ikan dan beras mahal," jelasnya.
3. Anies juga sebut kemenangan pasangan AMIN juga harus diiringi dengan kemenangan caleg

Tak hanya itu, Anies juga meminta pendukungnya untuk mendukung calon legislatif (caleg) dari partai pengusungnya seperti Partai NasDem, PKS, dan PKB. Hal tersebut lantaran kewenangan Presiden dan Wakil Presiden akan berjalan sukses jika anggota legislatif pengusungnya juga menang di DPR.
"Kalau kita engga (tidak) menang di legislatif, maka kewenangan akan mandek. Contohnya saat saya jadi Gubernur DKI. Ada saham daerah yang masuk ke pabrik bir, padahal pabrik itu tidak berkontribusi dalam pembangunan DKI. Tapi karena di legislatif bukan partai pengusung kita yang menang, maka tidak pernah dibahas. Makanya silakan lihat wajah-wajah ini dan pilih mereka," tegasnya.
Untuk diketahui, dalam kampanye terbatas tersebut, terdapat 3 ribu simpatisan yang hadir di GOR Gondrong, Kota Tangerang. Mereka berasal dari Partai NasDem, PKS, dan PKB.



















