Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Konsumsi Makanan Manis Tanpa Minum Air Putih Sebabkan Gigi Berlubang

Konsumsi Makanan Manis Tanpa Minum Air Putih Sebabkan Gigi Berlubang
drg. Janet Jessica dari Happy Dental Clinic (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Intinya Sih
  • Konsumsi makanan atau minuman manis tanpa diimbangi air putih dapat meningkatkan risiko gigi berlubang karena keasaman mulut tidak segera dinetralkan.
  • drg. Janet Jessica menyarankan kontrol gigi setiap enam bulan serta penggunaan fluoride dalam dosis tepat untuk mencegah dan memperbaiki kerusakan gigi anak.
  • Acara Shine n Smile by 10Xhibition digelar di Living World Alam Sutera hingga 5 April 2026, menghadirkan berbagai klinik, bank, dan promo perawatan kecantikan serta kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang, IDN Times - Penyebab gigi berlubang pada anak-anak saat ini disebabkan karena konsumsi makanan manis tanpa diimbangi dengan minum air putih setelahnya yang berfungsi untuk menetralkan kondisi mulut.

"Setelah makan atau minum manis, dianjurkan langsung minum air putih. Tidak perlu menunggu sampai waktu sikat gigi malam. Hal ini membantu mengurangi keasaman di mulut yang dapat memicu gigi berlubang," kata drg. Janet Jessica dari Happy Dental Clinic ditemui dalam acara Shine and Smile by 10Xhibition di Serpong Tangerang Selatan, Kamis (2/4/2026).

Tak hanya makanan manis, lanjut Janet, setelah minum kopi atau minuman berwarna lainnya disarankan untuk membilas mulut dengan air putih.

"Kopi tidak memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan gigi, tetapi dapat menyebabkan perubahan warna menjadi lebih kuning dan penumpukan karang yang lebih tebal, terutama pada perokok. Maka itu membilas dengan air putih sangat disarankan," ujarnya.

1. Masyarakat wajib kontrol setiap 6 bulan

Sikat gigi perlu diganti 3-4 bulan sekali atau ketika bulu sudah rusak (Pexels/Anna Shvets)
Sikat gigi perlu diganti 3-4 bulan sekali atau ketika bulu sudah rusak (Pexels/Anna Shvets)

Maka itu, Ia menyarankan kepada masyarakat untuk melakukan kontrol setiap enam bulan sekali untuk deteksi dini gigi berlubang dan pembersihan karang gigi. Sebab, sering kali pasien datang saat kondisi sudah parah, padahal sebelumnya sudah ada tanda awal. Hal ini membuat perawatan menjadi lebih kompleks dan biaya lebih besar.

"Penindakan preventif sangat penting, terutama untuk anak-anak. Idealnya, anak sudah diperkenalkan untuk datang ke dokter gigi sejak dini. Dengan begitu, orang tua juga menjadi lebih aware ketika ada perubahan pada gigi anak," ujarnya.

2. Begini cara mengatasi kerusakan gigi pada anak

drg. Janet Jessica dari Happy Dental Clinic (IDN Times/Muhamad Iqbal)
drg. Janet Jessica dari Happy Dental Clinic (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Sementara itu untuk pencegahan gigi berlubang pada anak cukup mudah dilakukan saat ini. Namun, pada kasus yang sudah parah, biasanya disebabkan oleh dua hal yakni anak takut ke dokter gigi atau orang tua yang kurang rutin membawa anak kontrol.

Pada tahap pre-klinik, tindakan preventif yang dapat dilakukan adalah pengaplikasian topical fluoride yang diaplikasikan ke seluruh permukaan gigi untuk membantu mencegah gigi berlubang.

Pada kondisi awal gigi yang mulai mengalami kerusakan, biasanya ditandai dengan white spot, fluoride masih bisa membantu memperbaiki kondisi tersebut melalui proses remineralisasi.

Ia juga menekankan jika fluoride tidak berbahaya jika digunakan dalam dosis yang tepat. Risiko muncul jika digunakan berlebihan misalnya jika anak sering menelan pasta gigi dalam jumlah besar.

"Kelebihan fluoride dapat menyebabkan bercak pada gigi namun jika digunakan sesuai anjuran, fluoride justru memperkuat enamel gigi," ujarnya.

3. Shine n Smile dari 10Xhibition berlangsung hingga 5 April

Shine n Smile dari 10Xhibition di Serpong berlangsung hingga 5 April 2026 (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Shine n Smile dari 10Xhibition di Serpong berlangsung hingga 5 April 2026 (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Penyelenggara acara Shine n Smile dari 10Xhibition, Oki Baren, mengatakan kegiatan ekshibisi ini berlangsung di West Atrium Living World Alam Sutera, mulai Selasa, 31 Maret 2026 hingga Minggu, 5 April 2026.

"Ekshibisi ini mengangkat tema beauty and wellness yang diikuti prinsipal klinik kecantikan, dental clinic, penyedia jasa layanan perbankan dan industri asuransi. Pengunjung bisa berinteraksi dengan Bethsaida Hospital, Seraphim Medical Center, Esme Aesthetic Center, Ella Skin Clinic, Happy Dental Clinic, Be Well Cafe (healthy food and beverage), Bank Jakarta, DBS Bank, Takaful, Manulife, Olylife, dan Madu Uray," tutur Oki Baren.

Seluruh tenant menawarkan beragam promo menarik mulai dari diskon perawatan, diskon produk, hingga berbagai gimmick menarik lainnya selama pameran.

"Datang dan jangan lewatkan beragam tawaran menarik dari seluruh tenant yang ada. Pengunjung juga bisa melakukan konsultasi perawatan gigi dan kecantikan dengan dokter ahli," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Banten

See More