Ribuan Hewan Kurban Masuk Tangsel, Belum Ditemukan Penyakit Berbahaya

Menjelang Idul Adha 2026, sekitar 3 ribu–4 ribu hewan kurban telah masuk ke Tangsel tanpa temuan penyakit berbahaya menurut UPT Pusat Kesehatan Hewan setempat.
Petugas hanya menemukan gangguan ringan seperti mata merah, kelelahan, dan luka akibat perjalanan, yang diperkirakan bisa pulih sebelum hari penyembelihan.
Pendataan hewan kurban masih berlangsung dengan bantuan kader kelurahan, dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah seiring munculnya lapak penjualan baru di berbagai titik Tangsel.
Tangerang Selatan, IDN Times - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, ribuan hewan kurban mulai berdatangan ke wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Hingga saat ini, petugas kesehatan hewan belum menemukan adanya kasus penyakit berbahaya pada hewan kurban yang masuk ke Tangsel.
Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan Kota Tangsel, Pipit Surya Yuniar mengatakan, jumlah hewan kurban yang sudah masuk dan terdata sementara mencapai sekitar 3 ribu hingga 4 ribu ekor.
“Kalau untuk tidak layak, kita masih menunggu ya, karena kan waktu lebaran masih semingguan lagi. Tapi untuk penyakit-penyakit yang dirasa tidak bisa recovery sampai hari-H, itu belum kami dapatkan,” ujar Pipit, Kamis (21/5/2026).
1. Penyakit yang ditemukan masih ringan

Pipit menjelaskan, gangguan kesehatan yang ditemukan sejauh ini umumnya hanya penyakit ringan akibat proses transportasi selama perjalanan pengiriman hewan.
“Penyakit-penyakit yang muncul biasanya penyakit transportasi seperti mata merah, kemudian kelelahan, atau luka-luka trauma. Itu masih bisa sembuh pada saat hari-H,” katanya.
Menurutnya, sebagian besar hewan kurban yang masuk ke Tangsel berasal dari luar daerah. Sementara jumlah ternak lokal masih relatif sedikit.
“Kalau ternak asli Tangsel sendiri enggak terlalu banyak, masih di bawah 1 ribu ekor,” ujarnya.
2. Pendataan hewan kurban masih berlangsung

Pipit mengatakan, proses pendataan hewan kurban masih terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Idul Adha. Dalam proses tersebut, pihaknya juga melibatkan kader kelurahan untuk membantu pendataan di lapangan.
“Dari data yang kemarin kami update, itu sudah sekitar 3 ribu sampai 4 ribu-an yang terdata di kami. Pendataan masih terus berlangsung dan di-update setiap hari,” jelasnya.
Ia memperkirakan jumlah hewan kurban yang masuk ke Tangsel masih akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan. Sebab, saat ini masih ada sejumlah lapak penjualan hewan kurban yang baru mulai dibangun di beberapa titik wilayah Tangsel.
“Masih ada lapak-lapak yang baru dibangun. Kemungkinan nanti sampai menjelang hari-H masih ada hewan yang masuk lagi,” kata dia.

















