Kebakaran TPA Jatiwaringin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Sementara itu, Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, menjelaskan api pertama kali terdeteksi pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Menurutnya, angin kencang membuat api dengan cepat menjalar ke tumpukan sampah lain sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.
“Hanya memang kebetulan pada saat api itu muncul, angin itu begitu besar. Angin kencang sehingga merambah atau menjalar ke lokasi-lokasi timbunan sampah yang lainnya,” katanya.
Pemkab Tangerang mengerahkan sekitar 15 unit mobil pemadam kebakaran bersama personel BPBD, DLHK, dan instansi terkait untuk mengendalikan api.
Akibat kepulan asap pekat, sebanyak 30 kepala keluarga (KK) atau 62 jiwa terpaksa mengungsi ke Kantor Desa Tanjung Mekar.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sekitar 15 hektare area gunungan sampah telah terbakar. Untuk mempercepat pemadaman, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing dan menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca apabila diperlukan.
Hingga Kamis (2/7/2026), petugas gabungan masih berupaya memadamkan titik-titik api yang tersisa, termasuk melalui penyiraman dari udara menggunakan helikopter water bombing.