Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kesaksian Warga: Asap Muncul 2 Hari Sebelum TPA Jatiwaringin Terbakar
Kebakaran TPA Jatiwaringin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
  • Warga sekitar TPA Jatiwaringin mengaku melihat kepulan asap dua hari sebelum kebakaran besar terjadi, namun awalnya dianggap hal biasa karena sering muncul asap di area tersebut.
  • Polresta Tangerang tengah menyelidiki penyebab kebakaran dengan mengumpulkan keterangan dan menelusuri kemungkinan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian dalam peristiwa ini.
  • Kebakaran meluas akibat angin kencang hingga membakar sekitar 15 hektare area sampah, memaksa 30 KK mengungsi sementara tim gabungan dan helikopter water bombing terus memadamkan api.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times – Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, ternyata didahului kemunculan kepulan asap sejak dua hari sebelumnya. Sejumlah warga mengaku melihat asap dari area TPA sebelum kobaran api membesar pada Selasa (30/6/2026).

Kesaksian warga itu kini menjadi salah satu informasi yang muncul di tengah penyelidikan penyebab kebakaran oleh Polresta Tangerang.

1. Warga melihat asap sejak Minggu pagi

Kebakaran TPA Jatiwaringin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Salah seorang warga, Rachim, mengaku telah melihat kepulan asap dari bagian utara TPA Jatiwaringin pada Minggu (28/6/2026) pagi atau dua hari sebelum kebakaran besar terjadi. Menurutnya, asap terlihat di sisi kiri kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA jika dilihat dari pintu masuk.

“Minggu pagi saya lewat TPA, area situ sudah banyak asap ke arah sebaliknya dari titik kita berdiri,” katanya, Kamis (2/7/2026).

Meski demikian, saat itu ia tidak menaruh curiga karena kemunculan asap maupun kebakaran kecil di kawasan TPA sudah beberapa kali terjadi.

“Saya anggap biasa saja karena memang sering ada asap dan dampaknya tidak sebesar sekarang,” ujarnya.

Rachim berharap penyebab kebakaran dapat diungkap secara tuntas, termasuk apabila ditemukan unsur kesengajaan maupun kelalaian.

2. Polisi selidiki kemungkinan adanya unsur pidana

Helikopter water bombing BNPB bantu padamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin (dok. BPBD Kabupaten Tangerang)

Kapolresta Tangerang, Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, mengatakan pihaknya telah memulai penyelidikan dengan melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

“Saat ini kita sudah melakukan pulbaket. Semenjak ada laporan dari masyarakat, kita sudah melakukan pulbaket,” kata Indra.

Menurutnya, seluruh kemungkinan penyebab kebakaran akan didalami, termasuk dugaan adanya unsur kesengajaan maupun kelalaian.

“Kita lihat nanti bagaimana proses penyelidikan lebih lanjutnya,” ujarnya.

Meski demikian, kepolisian masih memprioritaskan penanganan kebakaran bersama tim gabungan sebelum penyelidikan dilakukan secara menyeluruh.

3. Puluhan warga mengungsi akibat asap pekat

Kebakaran TPA Jatiwaringin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, menjelaskan api pertama kali terdeteksi pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Menurutnya, angin kencang membuat api dengan cepat menjalar ke tumpukan sampah lain sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.

“Hanya memang kebetulan pada saat api itu muncul, angin itu begitu besar. Angin kencang sehingga merambah atau menjalar ke lokasi-lokasi timbunan sampah yang lainnya,” katanya.

Pemkab Tangerang mengerahkan sekitar 15 unit mobil pemadam kebakaran bersama personel BPBD, DLHK, dan instansi terkait untuk mengendalikan api.

Akibat kepulan asap pekat, sebanyak 30 kepala keluarga (KK) atau 62 jiwa terpaksa mengungsi ke Kantor Desa Tanjung Mekar.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sekitar 15 hektare area gunungan sampah telah terbakar. Untuk mempercepat pemadaman, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing dan menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca apabila diperlukan.

Hingga Kamis (2/7/2026), petugas gabungan masih berupaya memadamkan titik-titik api yang tersisa, termasuk melalui penyiraman dari udara menggunakan helikopter water bombing.

Curated For You

Editorial Team

Related Article