Banjir Picu Rumah Dijual di Taman Mangu Indah Tangsel

- Puluhan rumah di Taman Mangu Indah dipasang plang dijual karena banjir yang makin sering terjadi, membuat kawasan terlihat sepi dan banyak rumah tak terurus.
- Fenomena meningkatnya rumah dijual mulai tampak sejak 2024, seiring intensitas banjir yang mencapai setinggi betis dan menurunkan kenyamanan warga.
- Warga mengaitkan masalah banjir dengan dugaan perubahan aliran Kali Ciputat akibat pembangunan Bintaro Xchange, meski pengembang menyebutnya sebagai penataan berizin resmi.
Tangerang Selatan, IDN Times – Di balik tertatanya kawasan Bintaro Sektor 9, terdapat satu sudut permukiman yang menyimpan cerita berbeda. Perumahan Taman Mangu Indah di Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, kini menghadapi fenomena banyaknya rumah dijual, diduga akibat banjir yang kian sering terjadi.
Di kawasan ini, aliran Kali Ciputat membelah dua wilayah, yakni Kelurahan Jurang Mangu Barat dan Pondok Aren. Aktivitas warga pada umumnya masih terlihat, namun suasana berbeda terasa saat memasuki wilayah RW 12 di sisi barat kali tersebut.
1. Puluhan rumah dipasang plang dijual

Alih-alih aktivitas warga yang ramai, deretan rumah di kawasan ini justru dipenuhi plang bertuliskan “Dijual”. Tercatat sekitar 38 rumah memasang tanda tersebut.
Sebagian plang tampak usang, bahkan miring dimakan waktu. Jalanan terlihat lengang, sejumlah rumah tertutup rapat, sementara lainnya tampak tak terurus dengan cat memudar, dinding retak, hingga halaman dipenuhi rumput liar.
Seorang warga berinisial M yang telah tinggal lebih dari 30 tahun di kawasan itu mengungkapkan, banjir menjadi alasan utama banyak warga memilih pindah.
“Saya kurang tahu detailnya, tapi yang jelas karena banjir,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Ia menceritakan, dulu lingkungan sekitar masih dipenuhi kebun dan lahan terbuka. Aliran air juga jernih dan tidak pernah meluap.
Namun kini, setiap hujan turun, kekhawatiran akan banjir selalu menghantui.
“Dulu masih banyak kebun, sekarang bangunan makin banyak. Airnya semua ke sini, makanya jadi banjir,” katanya.
2. Fenomena ini muncul sejak 2024

Warga lain menyebut, tren rumah dijual mulai terlihat sejak 2024, seiring meningkatnya intensitas banjir di kawasan tersebut.
“Dua tahun terakhir ini mulai banyak yang jual rumah. Tapi ya tidak cepat laku,” ujar warga berinisial S.
Menurutnya, banjir yang terjadi bisa mencapai setinggi betis orang dewasa dan membuat warga merasa tidak nyaman.
3. Dikaitkan dengan dugaan perubahan aliran kali

Kondisi ini juga dikaitkan dengan dugaan perubahan aliran Kali Ciputat. Belakangan, kawasan Bintaro Xchange menjadi sorotan setelah adanya temuan wakil rakyat yang menduga bangunan tersebut berdiri di atas bekas aliran sungai.
Aliran yang sebelumnya menuju kawasan Taman Mangu Indah diduga telah berubah, meski hal ini masih menjadi pembahasan dan belum ada kesimpulan resmi.
Hingga kini, desas-desus tersebut terus berkembang di tengah masyarakat, seiring harapan warga agar persoalan banjir bisa segera teratasi.
Sebelumnya diberitakan, manajemen PT Jaya Real Property (JRP), pengembang kawasan Bintaro di Pondok Aren, Tangerang Selatan, mengakui adanya perubahan fungsi aliran Kali Ciputat yang kini menjadi bagian dari kawasan Bintaro XChange Mall. Perubahan tersebut diklaim sebagai bagian dari penataan kawasan agar lebih produktif dan telah dilakukan berdasarkan kajian serta arahan kementerian terkait.
Manajer Perencanaan PT JRP, Virona Pinem, menjelaskan bahwa proses penataan tersebut telah melalui tahapan panjang dan memiliki dasar perizinan dari pemerintah pusat.
“Jadi dulu itu prosesnya sudah cukup lama dari kabupaten dan diarahkan, sudah diproses ini. Jadi sekarang sudah ada, izinnya sudah ada cukup lama. Jadi, bukan perubahan aliran sebenarnya, ini penataan istilahnya. Jadi bukan perubahan. Persepsinya yang kadang-kadang mungkin memang karena belum tahu. Kementerian juga pasti akan mempelajari pastinya,” kata Virona usai Rapat Dengar Pendapat dengan Panitia Khusus Raperda RTRW DPRD Tangsel, Rabu (22/4/2026).
















