Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPPTG Teliti Pergerakan Tanah di Sejumlah Wilayah di Lebak
Ilustrasi rumah rusak (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
  • BPPTKG meneliti 4 lokasi pergerakan tanah di Kabupaten Lebak
  • Hasil penelitian dan pengamatan akan diketahui dalam 2 pekan ke depan
  • Masyarakat terdampak pergerakan tanah di 4 desa, dengan 2 desa masih tinggal di pengungsian
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebak, IDN Times - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) tengah meneliti lokasi bencana pergerakan tanah di Kabupaten Lebak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan, pihaknya meminta BPPTKG untuk meneliti empat lokasi bencana pergerakan tanah yang terjadi sejak beberapa hari lalu. Keempat lokasi itu adalah Desa Penyaungan Kecamatan Cihara, Desa Cimandiri Kecamatan Panggarangan, Desa Cijengkol Kecamatan Cilograng dan Desa Cidikit Kecamatan Bayah.

"Penelitian dan pengamatan di lokasi pergerakan tanah tersebut nantinya bisa diketahui hasilnya dua pekan ke depan,” kata Febby, Senin (16/12/2025).

1. Penanganan bencana ini sudah dilakukan sesuai SOP

Febby mengatakan, penanganan mitigasi bencana pergerakan tanah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), di antaranya melakukan asesmen untuk penyelamatan masyarakat yang terdampak bencana alam, terlebih cuaca ekstrem masih terjadi hingga akhir Desember 2024.

“Jika direkomendasikan (warga) harus direlokasi ke tempat yang lebih aman, maka dilakukan dan sebaliknya jika diperbolehkan ditempati, masyarakat tidak direlokasikan,” kata Febby.

2. Warga di dua desa masih mengungsi

Ilustrasi rumah rusak (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Febby mengatakan, saat ini masyarakat yang terdampak pergerakan tanah dari empat desa, namun hanya dua desa yang masih tinggal di pengungsian.

"Pos pengungsian di SMPN 8 Desa Cidikit Kecamatan Bayah tercatat 67 KK dengan 180 jiwa. Untuk Desa Panyaungan Kecamatan Cihara terdapat pengungsi di tenda 24 KK dengan 81 jiwa," kata dia.

Editorial Team

Related Article