Bupati Tangerang Minta BGN Responsif Dengar Keluhan Soal Menu MBG

Tangerang, IDN Times - Bupati Tangerang, M Maesyal Rasyid meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk responsif dan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat soal komposisi dan kondisi makanan dalam Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program MBG, kata dia, merupakan salah satu investasi yang besar untuk bangsa, untuk memutus mata rantai persoalan gizi yang masih menjadi tantangan bersama.
"Jadi makanan yang diberikan itu harus segar, bersih, bebas dari bakteri dan sebagainya sehingga makanan itu bisa dikonsumsi dengan baik dan pastinya akan memberikan kontribusi terhadap gizi anak-anak kita," kata Maesyal, Jumat (27/2/2026).
1. SPPG penentu keberhasilan program MBG

Lebih lanjut Maesyal menuturkan, program MBG bukan sekadar membagikan makanan, tetapi memastikan kualitas generasi penerus bangsa benar-benar terjaga dan terpenuhi kebutuhan gizinya dengan baik. Lanjut dia, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai garda terdepan sangat menentukan keberhasilan program MBG.
Pihaknya pun berkomitmen penuh untuk membantu memfasilitasi perijinan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi salah satu tanggung jawab SPPG.
"Ada sekitar 170 SPPG telah menjalankan program makan bergizi gratis yang di Kabupaten Tangerang. Terkait dengan proses perizinan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Dinas Kesehatan siap bantu rekomendasinya dan nanti dokumennya dikeluarkan oleh DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu)," imbuhnya.
2. Maesyal juga minta dibentuk forum atau koordinator SPPG di Kabupaten Tangerang

Pihaknya juga meminta dibentuk forum atau koordinator SPPG di Kabupaten Tangerang untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi terkait permasalah yang terjadi dalam pelaksanaam MBG di Kabupaten Tangerang. Kami inginnya SPPG di Kabupaten Tangerang ini harus dibentuk koordinatornya.
"Koordinatornya siapa, penanggung jawabnya siapa? Supaya kami bisa komunikasi," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menyoroti adanya laporan masyarakat yang mengeluhkan tentang makanan atau komposisi gizi dari dapur SPPG. Untuk itu dia meminta agar petugas SPPG benar-benar bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan bertangung jawab penuh sebelum makanan diantar dan dibagikan kepada anak-anak.
"Memang di masing-masing dapur SPPG ada ahli gizi yang ditugaskan untuk standby di sana, cuma harus cek lagi apakah makanan kering yang diberikan kepada anak-anak kita, jenis, kondisi dan komposisi gizinya sudah sesuai atau belum. Jangan ada makanan yang berjamur," ungkap Intan.
3. Intan juga minta aspek rasa dan keberagaman menu harus diperhatikan
Pihaknya juga meminta kepada SPPG untuk memperhatikan berbagai hal. Selain komposisi gizi, aspek rasa dan keberagaman menu makanan yang diberikan juga harus fokus agar tidak menimbulkan kebosanan.
"Hal-hal seperti ini mungkin yang jadi concern saya. Terus, makan bergizi gratis itu kan harus dibarengi dengan rasa yang enak, paling tidak rasa yang bisa diterima oleh anak-anak," jelasnya.


















