Dinkes Tangsel Uji Sampel Takjil Ramadan untuk Cegah Keracunan

- Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan bersama UPTD Puskesmas melakukan monitoring dan pengawasan keamanan pangan terhadap takjil di berbagai titik strategis selama bulan Ramadan.
- Petugas melakukan uji petik sampel takjil untuk mendeteksi bahan tambahan pangan berbahaya serta memastikan makanan yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.
- Selain pengujian, pedagang takjil juga mendapat edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan makanan dan penggunaan wadah yang aman bagi konsumen.
Tangerang Selatan, IDN Times – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan melakukan monitoring dan pengawasan keamanan pangan terhadap hidangan buka puasa atau takjil di sejumlah titik strategis selama Ramadan.
Kepala Dinkes Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan bersama petugas dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas di seluruh wilayah Tangsel.
“Untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan sehat, Dinas Kesehatan bersama UPTD Puskesmas se-Kota Tangerang Selatan melakukan monitoring dan pengawasan keamanan pangan di berbagai titik strategis wilayah Tangerang Selatan,” kata Allin, Kamis (5/3/2026).
1. Uji sampel takjil untuk memastikan keamanan pangan

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan uji petik terhadap sejumlah sampel takjil yang dijual pedagang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.
Allin menjelaskan, pengujian dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya yang dilarang dalam makanan.
“Petugas melaksanakan uji petik sampel takjil yang berpotensi tercemar dan memastikan tidak adanya penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang,” ujarnya.
2. Upaya mencegah risiko keracunan makanan

Menurut Allin, monitoring ini merupakan upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk menjamin kualitas makanan olahan siap saji yang dikonsumsi masyarakat selama Ramadan. Langkah tersebut juga dilakukan guna meminimalisir risiko keracunan pangan dari makanan yang dijual di lapak-lapak takjil.
“Langkah ini dilakukan guna menjamin kualitas pangan olahan siap saji serta mencegah risiko keracunan pangan,” jelasnya.
3. Pedagang juga diberi edukasi soal pangan higienis

Selain melakukan pengujian sampel makanan, petugas Dinkes juga memberikan sosialisasi dan edukasi langsung kepada pedagang takjil. Edukasi tersebut berkaitan dengan pentingnya menjaga kebersihan makanan serta penggunaan wadah yang aman bagi konsumen.
“Kami edukasi pedagang untuk menjaga pangan selalu higienis dan tertutup, tempat berjualan bersih dan tertata, serta menggunakan wadah yang aman atau food grade,” kata Allin.
Ia berharap kegiatan monitoring ini dapat membantu menjaga kesehatan masyarakat sekaligus menciptakan suasana Ramadan yang aman dan penuh berkah bagi warga Tangerang Selatan.


















