Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dirawat Intensif, 9 Awak KM Sri Mariana Diizinkan Pulang

Dirawat Intensif, 9 Awak KM Sri Mariana Diizinkan Pulang
Dok. Istimewa/Polda Banten

Serang, IDN Times - Sebanyak 9 nelayan KM Sri Mariana sudah diizinkan pulang ke rumah setelah dinyatakan sehat. Ke-9 awak kapal itu sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Kota Cilegon.

Humas RSKM Kota Cilegon, Agus Wirawan, saat ini kondisi kesehatan 14 nelayan yang sempat dirawat sudah mulai membaik sehingga sembilan di antaranya sudah diizinkan pulang.

1. Masih tersisa 5 orang yang masih dalam perawatan

Dok. Istimewa/Polda Banten
Dok. Istimewa/Polda Banten

Menurut Agus, saat ini hanya tersisa lima nelayan yang masih dalam ruang perawatan untuk dilakukan proses observasi guna mengecek perkembangan kesehatan masing-masing.

"Dari pihak rumah sakit memperbolehkan 9 pasien ini pulang atau dibawa oleh pihak kapal, karena sudah ga ada gejala yang membahayakan. Sisanya 5 pasien masih dilakukan perawatan, perlu diobservasi," katanya, Jumat (9/8/2024).

Agus mengaku, sebanyak 14 nelayan yang ditangani oleh di RSKM Kota Cilegon mengeluhkan sakit yang berbeda-beda, mulai dari sesak ringan, nyeri kaki, hingga pegal-pegal.

2. Selama dirawat, mereka ditempatkan di ruang terpisah dengan pasien umum

Dok. Istimewa/Polda Banten
Dok. Istimewa/Polda Banten

Ia mengatakan, selama menjalani perawatan, para nelayan KM Sri Mariana harus ditempatkan di ruang terpisah dengan pasien umum lainnya, untuk memudahkan proses observasi yang dilakukan oleh tim medis.

Bahkan, lanjut, tim medis pun terpaksa harus menggunakan pakaian hazmat selama melakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap para nelayan KM Sri Mariana tersebut guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

3. RSKM masih menunggu hasil pemeriksaan Kemenkes RI

Dok. Istimewa/Polda Banten
Dok. Istimewa/Polda Banten

Meski begitu, diungkapkan Agus, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui penyebab para nelayan KM Sri Mariana tersebut mengalami sakit dan enam rekannya meninggal lantaran masih menunggu hasil pemeriksaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

"Penyebabnya belum diketahui, masih dilakukan pemeriksaan oleh Kemenkes, karena sudah diambil (penanganannya) oleh Kemenkes," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Banten 8–13 April 2026

07 Apr 2026, 20:38 WIBNews