Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

1.675 Jiwa Terdampak Banjir di Tigaraksa Tangerang

1.675 Jiwa Terdampak Banjir di Tigaraksa Tangerang
Ilustrasi banjir. Dok. BNPB
Intinya Sih

  • Banjir akibat cuaca ekstrem melanda Kecamatan Tigaraksa, Tangerang, sejak 5 April 2026 dan berdampak pada 512 KK atau sekitar 1.675 jiwa.
  • Tujuh desa terdampak banjir karena luapan Sungai Cimanceuri, Cipayaeun, dan Ciranjeuen serta kiriman air dari wilayah Bogor.
  • Ketinggian air mencapai 1,5 meter, sempat memutus akses jalan dan kawasan industri, sementara pemerintah menyiapkan perbaikan tanggul sungai yang jebol.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang, IDN Times - Banjir akibat cuaca ekstrem melanda Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, sejak Minggu (5/4/2026). Sebanyak 512 kepala keluarga (KK) atau 1.675 jiwa terdampak akibat meluapnya sejumlah sungai di wilayah tersebut.

Camat Tigaraksa, Cucu Abdul Rrosied mengatakan, banjir terjadi selama dua hari terakhir dengan dampak cukup luas di sejumlah desa.

“Jumlah kepala keluarga ada 512 dengan jumlah jiwa 1.675 jiwa,” ujarnya dilansir dari kantor berita ANTARA, Senin (6/4/2026).

1. Banjir tersebar di 7 desa

Ilustrasi banjir. ANTARA FOTO/Jojon
Ilustrasi banjir. ANTARA FOTO/Jojon

Ia menjelaskan, banjir tersebar di tujuh desa dan kelurahan, yakni Desa Margasari, Kelurahan Kadu Agung, Desa Matagara, Desa Pasir Nangka, Desa Pasir Bolang, Desa Cisereh, dan Desa Pematang.

Menurut Cucu, banjir disebabkan luapan Sungai Cimanceuri, Sungai Cipayaeun, serta anak Sungai Ciranjeuen yang mengelilingi kawasan tersebut. Selain itu, kiriman air dari wilayah Bogor turut memperparah kondisi.

“Ini akibat luapan Sungai Cimanceuri dan kiriman dari wilayah Bogor,” jelasnya.

2. Banjir juga sempat putus akses jalan

Ilustrasi banjir (Pixabay)
Ilustrasi banjir (Pixabay)

Ketinggian air di sejumlah titik bervariasi, mulai dari 40 centimeter (cm) hingga mencapai 1,5 meter. Meski begitu, sebagian wilayah kini dilaporkan mulai berangsur surut dan aktivitas warga perlahan kembali normal.

Selain merendam permukiman, banjir juga sempat memutus akses jalan di beberapa titik, termasuk kawasan industri. Namun, aktivitas distribusi masih berjalan dengan penyesuaian menggunakan kendaraan besar.

Pemerintah setempat saat ini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan, termasuk perbaikan tanggul sungai yang jebol akibat luapan air.

“Insya Allah nanti di anggaran perubahan ini akan dibangun. Mudah-mudahan itu menjadi solusi agar ke depan bisa tertangani dengan baik,” kata Cucu.

Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More