Tangerang, IDN Times - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Susan Herawati menyoroti bagaimana proyek pagar laut berpotensi mengancam kehidupan nelayan tradisional. Kasus pagar laut Tangerang sempat viral dan menyedot perhatian publik, beberapa waktu lalu.
Susah menilai, kasus pagar laut itu merupakan salah satu dari sederet masalah serupa di daerah-daerah pesisir serta pulau kecil Indonesia.
“Saya tidak mau bilang kasus (Tangerang) ini menjadi keberuntungan ya sehingga menjadi atensi publik. Tapi ini memang bom waktu yang membuka mata masyarakat Indonesia tentang bagaimana bobroknya pemerintah kita,” kata Susan, dalam keterangan tertulis, Kamis (13/3/2025).
Dia mengungkap, skandal pagar laut di Tangerang kebetulan dekat dengan Jakarta, tapi sebenarnya banyak kasus-kasus serupa yang kemudian terjadi tapi tidak dapat perhatian seperti di Tangerang.
“Kemudian ujungnya tidak kemana-mana. Respons KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) bukan hanya lambat, tapi tidak perduli. Tiba-tiba kita dipertontonkan lagi dengan penetapan tersangka, seolah-olah selesai di level bawah,” kata Susan, dalam diskusi publik bertajuk “Menolak Lupa Pagar Laut Tangerang Utara” yang dilaksanakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta Biro Banten.
Diskusi itu membahas dampak proyek pagar laut terhadap nelayan, lingkungan, dan hak masyarakat pesisir. Diskusi yang digelar secara daring ini menghadirkan jurnalis, aktivis lingkungan, dan perwakilan masyarakat terdampak.
