Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Ke-9 Kebakaran TPA Jatiwaringin, Petugas Berjibaku dengan Asap Tebal
Kondisi pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
  • Petugas gabungan masih berupaya memadamkan sisa kebakaran di TPA Jatiwaringin seluas 15 hektar, dengan fokus menghilangkan asap tebal yang mengganggu warga sekitar.
  • Ratusan petugas dari berbagai instansi, termasuk helikopter waterbombing dan Manggala Agni, dikerahkan untuk pemadaman serta pendinginan titik api akibat gas metan di tumpukan sampah.
  • Angin kencang menjadi tantangan utama karena memperluas sebaran api dan asap ke permukiman, sementara beberapa titik api masih sulit dijangkau sehingga penyiraman udara terus dilakukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Petugas gabungan masih berupaya memadamkan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terutama untuk menghilangkan asap tebal yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat setempat.

"Tinggal asap saja, kurang lebih 30 persenan lagi dari luas yang terbakar 15 Hektar," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, Rabu (8/7/2026).

1. Petugas masih berupaya melakukan pemadaman di beberapa titik api

Helikopter water bombing BNPB bantu padamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin (dok. BPBD Kabupaten Tangerang)

Menurutnya, saat ini masih ada petugas gabungan yang berada di lokasi. Mereka bertugas untuk memadamkan dan pendinginan titik api, juga mencari potensi titik api lantaran adanya gas metan di tumpukan sampah.

"Ratusan petugas gabungan, dibagi di beberapa titik. Mulai dari BPBD, BNPB, helikopter waterbombing 5 unit, Manggala Agni dari Kemenhut, dan Polri/TNI,"ujar Taufik.

2. Angin kencang masih jadi tantangan terberat untuk padamkan kebakaran

Kebakaran TPA Jatiwaringin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengungkapkan bahwa angin masih menjadi tantangan petugas gabungan untuk memadamkan kobaran api di TPA Jatiwaringin. Apalagi, angin tersebut membuat titik api yang awalnya kecil menjadi besar.

"Angin, ini kalau pagi memang rendah sekali tiupannya. Tapi kalau sudah lewat dari jam 7 atau 8 (pagi), sampai dengan malam, besar sekali anginnya," ungkap Maesyal.

3. Masih ada titik api di area yang sulit terjangkau petugas gabungan

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid (IDN Times/Maya Aulia Aprlianti)

Maesyal menjelaskan, angin kencang juga membawa asap pekat ke pemukiman warga, membawa api dari satu titik ke titik lainnya, dan menimbulkan titik api baru pada saat kebakaran terjadi. Sehingga, tim gabungan baik dari darat ataupun udara, secara terpadu melakukan pemadaman api.

"Kalau titik api, pasti, pasti masih ada kami akui, di tengah dan di puncak sana masih ada, karna belum terjangkau oleh kita. Makanya, dibantu penyiraman oleh helikopter water bombing milik BNPB, Alhamdulillah heli sudah 5 hari ada di sini," ungkap Maesyal.

Curated For You

Editorial Team

Related Article