Tangerang, IDN Times – Rencana pemerintah memberikan kembali insentif kendaraan listrik dinilai perlu disertai pendekatan yang lebih berkeadilan. Insentif tidak hanya dipandang sebagai stimulus industri otomotif, tetapi juga harus mampu menjawab persoalan ketimpangan wilayah dan akses transportasi masyarakat.
Akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai pemerintah perlu memastikan insentif kendaraan listrik diberikan secara lebih tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Hal itu disampaikan menyusul penundaan pengumuman insentif kendaraan listrik selama satu bulan karena pemerintah masih memfinalisasi skema dan perhitungan fiskal.
