Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kebakaran Lahap Lokasi Lokasi Belakang Pasar Curug Tangerang

Kebakaran Lahap Lokasi Lokasi Belakang Pasar Curug Tangerang
Kebakaran lahan kosong 20 hektare di Jalan Wala Utama, Kampung Ganepo Rt 10 Lk 1, Kelurahan Waylaga, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Tangerang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menurunkan 2 mobil pemadam kebakaran dengan belasan personel untuk mengatasi kebakaran di belakang Pasar Curug.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat mengakui, dugaan penyebab kebakaran hinga kini belum diketahui. Selain itu Ujat memastikan, kebakara terjadi di belakang bangunan pasar, bukan pada di dalam bangunan.

"Kita dalam hal ini menerjunkan dua unit mobil pemadam dari regu A Mako Curug dan pos Kelapa Dua," kata Ujat Sudrajat, Jumat (29/9/2023).

1. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini

Penanganan kebakaran di salah satu hunian warga Kota Banjarmasin.
Penanganan kebakaran di salah satu hunian warga Kota Banjarmasin.

Dia menerangkan, kebakaran di belakang Pasar Curug tersebut dilaporkan warga setempat kepada BPBD Kabupaten Tangerang pada Kamis (28/9/2023) pukul 17.47 WIB sore hingga malam. 

"Tidak terdapat korban jiwa ataupun korban luka dalam peristiwa kebakaran tersebut. Sementara, untuk kerugian materil masih dilakukan pendalaman," ujarnya. 

2. Kebakaran terjadi di belakang pasar bukan dalam pasar

Ilustrasi Kebakaran. (IDN Times/Persiana Galih)
Ilustrasi Kebakaran. (IDN Times/Persiana Galih)

Dia juga mengklarifikasi video kebakaran yang beredar melalui aplikasi WhatsApp yang menginformasikan kejadian di dalam Pasar Curug. Informasi itu tidak benar karena kebakaran terjadi di belakang pasar. 

"Ternyata informasi tersebut tidak benar. Saat petugas sampai di lokasi kebakaran, ternyata yang kebakaran bukan di pasar seperti yang ada di video. Namun, kebakaran terjadi di tumpukan sampah belakang pasar," terangnya.

3. Kemarau 2023 di Banten diprediksi paling kering

Ilustrasi kemarau. Tanah tambak mengering di Kecamatan Mangara Bombang, Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (2/9/2019) (ANTARA FOTO/Arnas Padda)
Ilustrasi kemarau. Tanah tambak mengering di Kecamatan Mangara Bombang, Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (2/9/2019) (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Kemarau tahun ini diprediksi sangat kering karena ada fenomena cuaca El Nino dan anomali suhu muka laut di Samudera Hindia bagian barat dan timur. Bahkan, di beberapa wilayah Banten diprediksi akan mengalami kekeringan terparah dalam 30 tahun terakhir.

"Meskipun demikian, masyarakat diminta tidak panik menghadapi fenomena El Nino atau musim panas," kata Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Hartanto dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu, (31/5/2023).

Berdasarkan monitoring awal musim kemarau, kata Hartono, BMKG memprediksi kemarau sudah muncul pertengahan bulan Mei, khususnya di wilayah Provinsi Banten bagian utara.

"Daerah yang dimaksud yakni Kota Cilegon, Kabupaten Serang bagian utara, Kota Serang bagian utara, Kota Tangerang bagian selatan, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang bagian tenggara, Kabupaten Tangerang bagian utara, dan Kota Tangerang bagian utara,” jelas Hartanto.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Iqbal
Ita Lismawati F Malau
Muhammad Iqbal
EditorMuhammad Iqbal
Follow Us

Latest News Banten

See More

Perda RTRW Direvisi, Rencana Kawasan Serang Utara Terpadu Belum Jelas

14 Mei 2026, 21:07 WIBNews