BKPSDM Tangsel Klaim Belum Temukan ASN Curang Absensi WFH Fake GPS

- BKPSDM Tangsel menyatakan belum menemukan ASN yang curang absensi WFH menggunakan aplikasi fake GPS dan menilai sistem geolocation masih aman.
- Pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi agar sistem presensi tidak mudah dimanipulasi, termasuk pencegahan penggunaan aplikasi tambahan untuk memalsukan lokasi.
- Meski belum ada kecurangan, BKPSDM mengakui masih ada masalah kedisiplinan ASN selama WFH dan akan mengevaluasi serta memperketat aturan ke depan.
Tangerang Selatan, IDN Times – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengklaim belum menemukan adanya praktik kecurangan absensi aparatur sipil negara (ASN) dengan menggunakan aplikasi pemalsu lokasi atau fake GPS selama penerapan work from home (WFH).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tangsel, Wahyudi Leksono mengatakan, hingga saat ini sistem presensi berbasis geolocation masih dinilai cukup aman untuk memantau keberadaan ASN saat bekerja dari rumah.
“Kalau kami belum ke sana. Belum sampai ada yang berani nge-hack,” kata Wahyudi, Selasa (12/5/2026).
1. BKPSDM lakukan langkah antisipasi manipulasi absensi

Menurut dia, BKPSDM bersama tim teknis telah melakukan langkah antisipasi agar sistem absensi tidak mudah dimanipulasi menggunakan aplikasi tambahan untuk memalsukan titik lokasi GPS.
“Saya kira tim kita sudah mengantisipasi agar tidak ada hack atau data palsu. Kami berupaya agar semuanya tertib karena geolocation itu basisnya GPS,” ujarnya.
2. Meski belum ada kecurangan, penerapan WFH juga bukan tanpa soal

Meski belum menemukan indikasi penggunaan fake GPS, Wahyudi mengakui masih terdapat persoalan kedisiplinan ASN dalam melakukan presensi selama WFH. Salah satunya terkait ketidaksesuaian keterangan absensi pegawai. “Ada yang keterangannya dinas luar, padahal seharusnya WFH,” ucapnya.
Ia menyebut kondisi tersebut masih dalam tahap evaluasi karena kebijakan WFH baru berjalan sekitar sebulan di lingkungan Pemkot Tangsel. Laporan evaluasi itu nantinya akan disampaikan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Ke depan, BKPSDM Tangsel juga membuka kemungkinan penerapan aturan yang lebih ketat untuk mencegah penyimpangan absensi daring, termasuk potensi manipulasi lokasi.
“Nanti akan kami tindak lanjuti pada pelaksanaan WFA berikutnya agar pegawai tidak melakukan penyimpangan, baik melalui data palsu maupun hack dan lain sebagainya,” ungkapnya.


















