Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus di Tangsel Dibobol Maling

- Sekolah berkebutuhan khusus Yayasan Bina Griya Karya di Tangsel dibobol maling, empat keyboard dan dua gitar akustik dilaporkan hilang setelah gembok ruang musik dirusak.
- Pelaku diduga juga hendak membawa amplifier namun meninggalkannya di luar ruangan, sementara pihak sekolah memastikan kegiatan belajar musik tetap berjalan demi menjaga kestabilan emosional siswa.
- Pencurian ini bukan yang pertama di kawasan Pondok Pucung, dua pekan sebelumnya SDN Pondok Pucung 03 juga kehilangan televisi, speaker aktif, uang tunai, dan tongkat swafoto.
Tangerang Selatan, IDN Times – Sekolah berkebutuhan khusus Yayasan Bina Griya Karya di Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dibobol maling. Sejumlah alat musik untuk kegiatan belajar siswa dilaporkan hilang.
Aksi pencurian itu baru diketahui pada Senin (11/5/2026) pagi saat pengurus sekolah membuka ruang belajar musik. Guru musik Yayasan Bina Griya Karya, Andre, mengatakan pelaku diduga masuk ke dalam ruangan dengan cara merusak gembok pintu.
Saat diperiksa, kondisi ruang musik sudah berantakan dan sejumlah alat musik milik sekolah raib. “Yang hilang empat unit keyboard dan dua gitar akustik,” kata Andre kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).
1. Pelaku juga sempat akan bawa amplifier

Selain alat musik, pelaku juga diduga sempat hendak membawa amplifier. Namun perangkat pengeras suara itu akhirnya ditinggalkan di luar ruangan.
“Amplifier sudah ada di luar ruangan, kemungkinan mau dibawa juga sama pelaku,” ujarnya.
2. Sekolah tetap melanjutkan kegiatan belajar

Andre mengaku mendapat informasi pencurian sekitar pukul 08.00 WIB. Saat tiba di lokasi, ia mendapati kunci gembok ruang musik sudah hilang dan alat-alat musik tidak berada di tempat. “Kunci gemboknya sudah enggak ada,” ucapnya.
Meski mengalami kehilangan, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar musik untuk anak-anak berkebutuhan khusus tetap berjalan normal.
Menurut Andre, penghentian aktivitas belajar dikhawatirkan memengaruhi kondisi emosional siswa. “Latihan tidak ditiadakan karena anak berkebutuhan khusus kalau ditiadakan dia akan tantrum, jadi tetap diadakan,” jelasnya.
3. Sebelumnya, sebuah sekolah negeri di sekitar lokasi juga dibobol maling

Aksi pencurian di kawasan Pondok Pucung disebut bukan pertama kali terjadi. Dua pekan sebelumnya, SDN Pondok Pucung 03 yang berada tidak jauh dari lokasi juga sempat menjadi sasaran pencurian.
Dalam kasus tersebut, pelaku membawa kabur satu unit televisi, speaker aktif, uang tunai, hingga tongkat swafoto.


















