Warga Geruduk Kafe Jual Miras Dekat Puspemkab Tangerang

- Ratusan warga Tigaraksa menggeruduk kafe dekat Puspemkab Tangerang karena kesal dengan aktivitas penjualan miras dan keberadaan PSK.
- Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra memastikan situasi kondusif serta berkoordinasi dengan Forkopimda dan Satpol PP untuk pembongkaran kafe.
- Pihak kepolisian mengimbau warga tetap menjaga ketertiban dan tidak bertindak anarkis sambil menunggu proses penertiban dilakukan.
Tangerang, IDN Times - Ratusan warga di Kecamatan Tigaraksa menggeruduk kafe yang berada tak jauh dari kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang pada Selasa (12/5/2026) malam. Penggerudukan tersebut dilakukan lantaran warga kesal dengan aktivitas di kafe tersebut yang menyediakan minuman keras (miras) dan pekerja seks komersial (PSK).
Saat dikonfirmasi, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia memastikan situasi saat ini sudah berlangsung kondusif. "Kami sudah memberikan police line (di lokasi kafe), lalu akan kami bongkar," kata Indra, Rabu (13/5/2026).
1. Indra menyebut sudah berkoordinasi dengan Forkopimda terkait aspirasi warga

Indra memastikan akan membongkar warung atau kafe yang diduga menyediakan layanan hiburan serta menjual minuman keras (miras) di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Tangerang, Tigaraksa tersebut.
"Kami juga berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang guna menindaklanjuti aspirasi warga," ujarnya.
2. Indra juga berkoordinasi dengan Satpol PP untuk pembongkaran dan penertiban

Indra menyebut, untuk melakukan pembongkaran dan penertiban, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang. Pasalnya, hal tersebut merupakan ranah dari Satpol PP.
"Namun, kami pastikan ikut melakukan pengamanan dan pembongkaran," jelasnya.
3. Indra meminta masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi kamtibmas dan tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.
"Kami minta warga tetap tenang, jaga kondusifitas wilayah, dan kami akan menindaklanjuti aksi warga ini untuk membongkar kafe," ungkapnya.



















