Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Akhirnya Padam 100 Persen
Kebakaran TPA Jatiwaringin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
  • Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang, yang berlangsung hampir dua pekan sejak 30 Juni 2026, akhirnya dinyatakan padam 100 persen oleh BPBD setempat.
  • Proses pemadaman melibatkan gabungan BNPB, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta tiga helikopter water bombing dan metode injeksi pipa berisi cairan flame freeze.
  • Pemkab Tangerang menyiapkan langkah mitigasi berupa pembangunan embung dan jaringan hidran di kawasan TPA untuk mencegah kebakaran serupa di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN TimesKebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, akhirnya berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama hampir dua pekan. Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan api telah padam 100 persen, namun proses pendinginan masih dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin diketahui terjadi sejak 30 Juni 2026 dan menghanguskan sekitar 15 hektare timbunan sampah. Asap pekat dari kebakaran juga memaksa 150 kepala keluarga (KK) mengungsi ke kantor desa di Desa Tanjakan Mekar dan Desa Mekarsari.

1. BPBD pastikan api sudah padam 100 persen

Helikopter water bombing melaksanakan pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin melalui udara pada Senin (6/7). (Dok. BNPB)

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan, proses pemadaman telah selesai dan kondisi kebakaran sudah terkendali. “Iya betul sudah 100 persen padam,” kata Taufik, Senin (13/7/2026).

Meski begitu, petugas masih akan melakukan penyiraman selama beberapa hari ke depan sebagai langkah antisipasi.

“Untuk mengantisipasi agar tidak timbul api atau asap lagi, mobil Damkar tetap melakukan penyiraman timbunan sampah di TPA Jatiwaringin selama tiga sampai empat hari ke depan,” ujarnya.

2. Pemadaman libatkan helikopter hingga metode injeksi pipa

Kebakaran TPA Jatiwaringin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Selama 11 hari penanganan, proses pemadaman melibatkan personel gabungan dari BNPB, BPBD Kabupaten Tangerang, TNI, Polri, relawan, serta dukungan armada pemadam kebakaran dari wilayah Tangerang Raya.

Selain penyemprotan air dari darat, petugas juga mengerahkan tiga unit helikopter water bombing untuk menjatuhkan air dari udara. Pemadaman turut dibantu dengan metode injeksi pipa yang menyemprotkan cairan konsentrat pemadam api (flame freeze) ke titik api di dalam timbunan sampah.

Setelah operasi pemadaman selesai, tiga helikopter tersebut telah kembali ke Bandara Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan.

3. Pemkab Tangerang siapkan embung dan hidran di TPA

Kebakaran TPA Jatiwaringin (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Usai kebakaran berhasil dipadamkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai menyiapkan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Salah satunya dengan membangun embung sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman apabila terjadi kebakaran di kemudian hari. “Pembuatan embung di sekitar TPA,” kata Taufik.

Selain embung, Pemkab Tangerang juga akan membangun jaringan hidran di kawasan TPA Jatiwaringin. “Di awal lima unit dulu,” ujarnya.

Meski api telah padam, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi hingga proses pendinginan selesai untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.

Curated For You

Editorial Team

Related Article