Comscore Tracker

5 Pegawai Pemkot Cilegon Reaktif Usai Ati Dinyatakan Positif COVID-19

Ati diminta menjalani isolasi mandiri

Cilegon, IDN Times - Sebanyak lima pegawai Pemerintah Kota Cilegon dinyatakan reaktif COVID-19. Hal ini berdasarkan dari hasil tes cepat (rapid test) corona yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan pada Kamis (10/9/2020).

Sebelumnya, Komis Pemilihan Umum (KPU) bersama Ikatan Dokter Indonesi (IDI) mengumumkan Wakil Wali Kota Cilegon dan juga bakal calon petahana Ratu Ati Marliyati terkonfirmasi positif corona atau COVID-19.

"Rapid test untuk seluruh ASN di Kota Cilegon sudah direncanakan sebelum release oleh KPU tentang hasil pemeriksaan PCR calon wali dan wawali, dikarenakan peningkatan jumlah kasus positif COVID dan adanya cluster di ASN," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Cilegon Aziz Setia Ade saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2020).

Baca Juga: Calon Petahana Pilkada Cilegon Ati Marliati Positif COVID-19

1. Menjalani isolasi mandiri dan swab test

5 Pegawai Pemkot Cilegon Reaktif Usai Ati Dinyatakan Positif COVID-19BPRSW lakukan rapid test massal. Dok: BPRSW

Aziz menjelaskan setelah dinyatakan reaktif, kelimanya langsung menjalani pemeriksaan swab test polymerase chain reaction (PCR) di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Kota Cilegon. Selain itu, mereka juga dimintai isolasi mandiri di rumah guna untuk menekan angka penyebaran COVID-19.

"Hasil rapid test dari 358 (pegawai Pemkot) yang mengikuti, ada 5 orang yang reaktif," tuturnya.

2. Mengenai polemik status Ati Marliyati yang membantah terpapar

5 Pegawai Pemkot Cilegon Reaktif Usai Ati Dinyatakan Positif COVID-19Dok. KPU Kota Cilegon

Sebelumnya, Ratu Ati membantah dirinya positif COVID-19 dengan menunjukkan dua hasil swab test mandiri. 

Mengenai hal itu, Ketua IDI Banten Budi Suhendar mengatakan proses pengambilan swab test oleh tim medis pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah Kota Cilegon sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Dia menjelaskan, secara medis, virus corona bisa saja sudah berada di tubuh Ratu Ati, namun jumlahnya masih sedikit. Sehingga hasil test PCR pada Senin, 7 September 2020, Ratu Ati di nyatakan positif corona oleh tim medis pemeriksa kesehatan calon kepala daerah.

Kemudian Ratu Ati melakukan test PCR mandiri di RS Siloam dan RSKM, pada Selasa, 8 September 2020, hasilnya negatif COVID-19. Hasil yang berbeda ini kemudian menimbulkan polemik, terutama massa pendukung Ratu Ati Marliyati.

"Hasil pemeriksaan positif dan negatif dalam waktu dekat itu bisa terjadi. Semua punya makna, jadi kita bisa lakukan analisis kedokteran. Dimaknai bahwa individu yamg mendapat hasil seperti itu, terpapar COVID-19 tapi belum dalam jumlah besar. Sehingga tampilan luarnya belum mengalami gejala COVID-19, bukan berarti dia tidak memiliki virus COVID-19," katanya.

Karena masih dalam masa pandemik  COVID-19, tim kesehatan memutuskan untuk mengambil sikap dengan mengutamakan hasil yang menyatakan positif corona. Hal ini dilakukan untuk mecegah penularan yang lebih luas lagi, mengingat Ratu Ati Marliyati menjabat sebagai Wakil Wali Kota Cilegon aktif sekaligus calon petahana.

"Karena hasil PCR yang diambil yang memiliki keutamaan dalam pencegahan, makanya di ambil yang positifnya. Itu mengenai penyelenggaraan pilkada ini. Hasil (PCR) yang di ambil adalah yang dilakukan oleh tim pemeriksaan, yang diambil yang ditandatangani (cakada) dan tidak ada pembandingnya," tuturnya.

Baca Juga: Calon Petahana Cilegon Ati Marliati Bantah Positif COVID-19 

3. Ati diminta menjalani isolasi mandiri

5 Pegawai Pemkot Cilegon Reaktif Usai Ati Dinyatakan Positif COVID-19IDN Times/Khaerul Anwar

Salah satu anggota tim pemeriksa kesehatan yang juga dokter spesialis paru Rizky mengungkapkan, sesuai keilmuan dan protokol kesehatan, pasien terkonfirmasi positif, harus melakukan pengobatan dan isolasi atau karantina agar virus itu tidak menular ke orang lain yang bersinggungan dengan pasien.

"Saat pandemik kita mengambil (hasil tes PCR) yang positif, berdasarkan alat ada benar dan salah. Untuk mencegah hal terburuk--sesuai keilmuan--harus diisolasi," katanya.

Topic:

  • Khaerul Anwar
  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya