Polisi Ringkus Pembunuh Mayat Wanita Terbungkus Kasur di Tangerang

- Polisi menangkap terduga pembunuh wanita yang mayatnya ditemukan di tengah jalan
- Terungkap bahwa terduga pelaku mengaku panik saat ingin menghilangkan jejak setelah menganiaya korban hingga tewas
- Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban
Tangerang, IDN Times - Polisi menangkap terduga pelaku pembunuh wanita yang mayatnya ditemukan terbungkus kasur biru di tengah Jalan Balai Desa Lama, Kampung Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin (11/11/2024). Terduga pelaku berinisial AH itu ditangkap saat sedang bekerja tidak jauh dari lokasi penemuan mayat.
Kasat reskrim Polres Kota Tangerang Kompol Arief N Yusuf mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya menemukan beberapa bukti cukup yang mengarah ke AH.
"Dan dapat dipersangkakan kepada seseorang yang kami duga adalah pelaku yang melakukan penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia," kata Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang, Kompol Arief N Yusuf.
1. Terduga pelaku AH panik hingga meninggalkan mayat korban di jalan

Arief mengungkapkan, terduga pelaku AH mengaku panik saat ingin menghilangkan jejak, setelah dia menganiaya korban hingga tewas.
"Pelaku setelah melakukan tindak pidana tersebut dia berupaya menghilangkan jejak, namun karena sudah terang sehingga mayat tersebut dibuang di pinggir jalan," jelanya.
Dikira akan mengelabui polisi, terduga pelaku pun lantas kembali bekerja agar tidak dicurigai sebagai pembunuh korban. "Karena takut ketahuan warga dia kembali beraktivitas seperti biasa ke tempat kerjanya," tuturnya.
2. Polisi menggeledah tempat tinggal terduga pelaku

Usai menangkap terduga pelaku, pihaknya kembali ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk pengembangan kasus. Selain itu, pihaknya juga menggeledah tempat tinggal atau kontrakan milik terduga pelaku yang hanya berjarak 200 meter dari korban ditemukan.
"Kami sudah melakukan upaya penyisiran dan pencarian identitas dan barang milik korban," tuturnya.
3. Polisi masih lakukan autopsi terhadap mayat korban

Polisi pun, kata Arief, hingga kini masih menunggu hasil autopsi terhadap mayat korban. Hal tersebut juga untuk memastikan penyebab kematian korban.
"Pihak dokter forensik bersama INAFIS sudah berada di RSUD Balaraja untuk melaksanakan dan mengidentifikasi identitas kemudian akibat dari meninggalnya korban," tuturnya.



















