Comscore Tracker

Kurangi Polusi Udara, Lahan Tidur Kota Tangerang Akan Dihijaukan

Penghijauan lahan tidur di sisi kiri dan kanan jalan tol ini

Kota Tangerang, IDN Times - Untuk meminimalisasi dampak pemanasan global dan juga polusi udara yang kerap terjadi di kota-kota besar, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah akan melakukan penghijauan lahan tidur di sisi kiri dan kanan jalan tol Kunciran-Bandara.

Langkah ini, jadi upaya menangani keterbatasan lahan di wilayahnya. "Meskipun jumlahnya tidak banyak, (lahan di pinggir tol) harus bisa dioptimalkan untuk penghijauan," kata Arief saat meninjau lokasi lahan kosong yang berada di sisi jalan Tol Kunciran-Bandara, Rabu (22/6/2022).

1. Proyek penghijauan akan menambah estetika kota

Kurangi Polusi Udara, Lahan Tidur Kota Tangerang Akan DihijaukanSuasana Taman Cattleya. (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain menambah estetika kota, lanjut Arief, lahan tidur yang telah dilakukan penghijauan tersebut juga bisa difungsikan sebagai paru-paru kota. Dan tentunya, kata Arief, lahan tersebut juga bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat.

"Tentunya ini kan bisa menjadi paru-paru kota yang diharapkan bisa meminimalisir polisi udara di Kota Tangerang," tuturnya.

2. Pemkot akan tanam pohon eucaliptus dan trembesi

Kurangi Polusi Udara, Lahan Tidur Kota Tangerang Akan Dihijaukanilustrasi tumbuhan eucalyptus (pixabay.com/Terrific)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Tihar Sopian akan berkoordinasi dengan pihak pengelola tol agar segera dilakukan penghijauan di lahan-lahan kosong tersebut.

"Jadi nanti kami akan berkordinasi dengan pihak JKC selaku pengelola tol Kunciran-Bandara," kata Tihar.

Rencananya, lanjut Tihar, untuk yang exit tol akan kita tanami pohon eucalyptus dan trembesi agar bisa tumbuh besar.

Baca Juga: Gara-Gara Polusi Udara, Usia Hidup Penduduk Jakarta Berkurang 4 Tahun

3. Gara-gara polusi udara usia hidup manusia bisa berkurang

Kurangi Polusi Udara, Lahan Tidur Kota Tangerang Akan Dihijaukanilustrasi polusi udara (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Warga DKI Jakarta diperkirakan bakal kehilangan harapan hidup rata-rata 3 hingga 4 tahun akibat polusi udara. Hal tersebut terungkap dalam Laporan Pembaruan Tahunan Indeks Kehidupan Kualitas Udara AQLI yang dirilis pada Selasa, 14 Juni 2022.

Laporan tersebut menunjukkan, hampir seluruh wilayah Asia Tenggara atau 99,9 persennya dianggap memiliki tingkat polusi yang tidak aman. Dalam satu tahun, polusi meningkat sebanyak 25 persen di beberapa wilayah.

“Penduduk yang tinggal di bagian paling tercemar di Asia Tenggara, ada di wilayah sekitar kota Mandalay, Hanoi, dan Jakarta diperkirakan akan kehilangan harapan hidup rata-rata 3 hingga 4 tahun,” demikian laporan dikutip IDN Times, Senin (20/6/2022).

Baca Juga: Waspada! Pasien DBD di Kota Tangerang Meningkat

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya