Comscore Tracker

Masuk Musim Penghujan, DLH Tangsel Siaga Pohon Tumbang 

15 petugas disiagakan

Tangerang Selatan, IDN Times - Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memangkas pohon-pohon secara masif. Kegiatan itu sebagai langkah antisipasi mencegah terjadinya insiden pohon tumbang di musim penghujan.

“Setiap harinya, ada 15 orang petugas yang disiagakan untuk pemantauan pohon,” kata Kasie Pemulihan dan Pemeliharaan Lingkungan, Anton Wibawa, Jum’at (23/10/2020).

Baca Juga: Kepala BNPB Imbau Warga Siaga Atas Ancaman La Nina

1. Jalan di kawasan pengembang titik rawan pohon tumbang

Masuk Musim Penghujan, DLH Tangsel Siaga Pohon Tumbang Bencana pohon tumbang di Tabanan (Dok.IDN Timws/Istimewa)

Menurutnya, ruas jalan umum dianggap menjadi titik paling rawan terjadi pohon tumbang yang bisa mencelakai. Adapun jenis pohon yang biasanya rawan tumbang adalah sengon dan trembesi. 

Dua jenis pohon itu banyak bertebaran di sekitar kawasan milik pengembang. Kini setiap hari DLH Tangsel rutin melayani permintaan pangkas pohon milik institusi maupun masyarakat.

“Pesan saya kalau lagi hujan lebat masyarakat jangan parkir kendaraan atau berteduh di bawah pohon,” terang Anton.

2. Pembangunan sekitar pohon juga sebabkan kerentanan pohon tumbang

Masuk Musim Penghujan, DLH Tangsel Siaga Pohon Tumbang Ilustrasi Langit Mendung (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Anton memaparkan, dari kasus pohon tumbang yang pernah terjadi, rata-rata dipicu oleh adanya kegiatan pembangunan di sekitar pohon itu.

“Yang mengganggu akar. Itu yang enggak bisa kita prediksi,” kata dia.

3. Warga Banten waspadai fenomena La Nina

Masuk Musim Penghujan, DLH Tangsel Siaga Pohon Tumbang Ilustrasi Badai (IDN Times/Arief Rahmat)

Sebelumnya, Kepala Stasiun BMKG Tangerang Selatan Sukasno mengatakan dampak fenomena La Nina menyebabkan intensitas curah hujan mengalami peningkatan 20-40 persen dari biasanya.

Bencana banjir bandang yang terjadi awal tahun 2020 di Kabupaten Lebak tepatnya di wilayah Banjar Irigasi menunjukkan curah hujan mencapai 210 milimeter dalam satu hari.

Padahal, kata dia, saat banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak saat itu tidak terjadi La Nina.

Baca Juga: Warga Banten, Waspadai Fenomena La Nina!

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya