Ilustrasi SPMB SMA Jatim 2026. (pexels.com/Airlangga Jati)
Novi mengaku, telah meminta penjelasan kepada pihak sekolah. Menurutnya, sekolah menyampaikan perubahan status tersebut merupakan hasil dari sistem pusat.
Namun, penjelasan itu dinilai belum menjawab alasan mengapa nama anaknya yang sempat dinyatakan diterima sementara akhirnya tidak lolos. Ia juga mempertanyakan adanya peserta lain yang memiliki bobot nilai lebih rendah, tetapi dinyatakan diterima.
“Kalau memang ada peserta dengan bobot nilai 5 yang diterima, seharusnya anak saya yang memiliki bobot nilai 6 juga mendapat kesempatan yang sama. Yang saya pertanyakan bukan hanya hasilnya, tetapi proses dan transparansinya,” ujarnya.
Novi mengaku telah menghubungi helpdesk SPMB Provinsi Banten. Dari informasi yang diterimanya, data anaknya memang sempat tercatat dalam sistem dengan status diterima sementara.