Nama Siswa Hilang dari SPMB Banten 2026, Sempat Dinyatakan Lolos

- Seorang wali murid di Serang kebingungan karena nama anaknya yang sempat dinyatakan lolos sementara SPMB 2026 tiba-tiba hilang dari pengumuman akhir.
- Wali murid mempertanyakan transparansi proses seleksi setelah menemukan peserta dengan nilai lebih rendah justru diterima, sementara penjelasan sekolah dianggap belum memadai.
- Pihak SMAN 2 Kota Serang menegaskan seluruh hasil seleksi ditentukan oleh sistem pusat tanpa intervensi atau perubahan dari pihak sekolah.
Serang, IDN Times – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 2 Kota Serang menuai sorotan. Seorang wali murid mengaku kebingungan setelah nama anaknya yang sempat dinyatakan lolos sementara melalui sistem SPMB tiba-tiba hilang saat pengumuman akhir.
Orang tua siswa meminta penjelasan terkait mekanisme seleksi yang dinilai kurang transparan.
1. Nama siswa hilang dari daftar peserta diterima

Wali murid bernama Novi tersebut mengatakan anaknya yang berinisial NMH awalnya mendaftar melalui jalur prestasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Setelah proses verifikasi, nama anaknya sempat tercantum sebagai peserta yang diterima sementara dengan bobot nilai 6 dan berada di peringkat 13. Namun, menjelang pengumuman akhir, nama tersebut tidak lagi muncul di sistem.
“Awalnya anak saya mendaftar melalui jalur prestasi sesuai ketentuan. Setelah proses verifikasi, statusnya sempat muncul diterima sementara. Tetapi kemudian namanya hilang dari sistem dan dinyatakan tidak lolos,” kata Novi, Senin (6/7/2026).
2. Orang tua pertanyakan transparansi proses seleksi

Novi mengaku, telah meminta penjelasan kepada pihak sekolah. Menurutnya, sekolah menyampaikan perubahan status tersebut merupakan hasil dari sistem pusat.
Namun, penjelasan itu dinilai belum menjawab alasan mengapa nama anaknya yang sempat dinyatakan diterima sementara akhirnya tidak lolos. Ia juga mempertanyakan adanya peserta lain yang memiliki bobot nilai lebih rendah, tetapi dinyatakan diterima.
“Kalau memang ada peserta dengan bobot nilai 5 yang diterima, seharusnya anak saya yang memiliki bobot nilai 6 juga mendapat kesempatan yang sama. Yang saya pertanyakan bukan hanya hasilnya, tetapi proses dan transparansinya,” ujarnya.
Novi mengaku telah menghubungi helpdesk SPMB Provinsi Banten. Dari informasi yang diterimanya, data anaknya memang sempat tercatat dalam sistem dengan status diterima sementara.
3. Pihak sekolah: Seleksi sepenuhnya berdasarkan sistem

Novi juga mengatakan pihak sekolah sempat menghubungi suaminya melalui sambungan telepon. Dalam percakapan tersebut disampaikan bahwa anaknya tidak dapat diterima di SMAN 2 Kota Serang.
Awalnya, pihak sekolah menyebut akan mengonfirmasi persoalan tersebut kepada ketua panitia. Namun, hasil akhirnya tetap menyatakan anaknya tidak lolos seleksi.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Kota Serang, Mala Leviana, menegaskan pihak sekolah tidak melakukan perubahan terhadap hasil seleksi.
“Semua seleksi dan pengumuman berdasarkan sistem. Kami tidak merubah apa pun,” ujarnya singkat.



















