Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PAD Lebak Rp528 Miliar, Begini Penjelasan Kepala Bapenda Lebak

PAD Lebak Rp528 Miliar, Begini Penjelasan Kepala Bapenda Lebak
IDN Times/Muhamad Iqbal
Intinya Sih
  • Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lebak diproyeksikan sebesar Rp528.762.372.078 dalam APBD Tahun Anggaran 2025.
  • Bapenda melakukan optimalisasi pajak, insentif fiskal, ekstentifikasi dan intensifikasi, digitalisasi, kolaborasi, dan monitoring evaluasi untuk meningkatkan PAD.
  • Faktor kecilnya PAD Lebak salah satunya adalah pajak. Bapenda fokus pada modernisasi perpajakan di sektor hotel, restoran, mineral bukan logam besar, dan PBB.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tangerang Selatan, IDN Times - Pendapatan Asli Daerah (PAD) murni Kabupaten Lebak diproyeksikan sebesar Rp528.762.372.078. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2025.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lebak, Dody Irawan mengakui, angka itu tergolong kecil. Kepada IDN Times Dody pun mengungkapkan alasan terkait hal tersebut juga berbagai upaya yang dilakukan pun pihaknya untuk menaikkan PAD Lebak.

1. Bapenda terus bergerak agar PAD Lebak terus meningkat

IDN Times/Muhamad Iqbal
IDN Times/Muhamad Iqbal

Dody mengatakan, saat ini pihaknya tengah bergerak untuk memastikan pendapatan terus meningkat dan berkembang ke arah yang lebih baik. "Jadi yang pertama kami lakukan itu melakukan pendekatan optimalisasi pajak," kata Dodi, Rabu (14/5/2025).

Dody menyebut, ada lima pendekatan yang pihaknya lakukan.  Pertama, insentif fiskal. "Insentif fiskal itu pendekatannya banyak, ada relaksasi pajak. Relaksasi pajak kan itu ada Tax Allowance, Tax Amnesty, Tax Holiday," jelasnya. 

Dia kemudian mencontohkan Pemerintah Banten yang tengah menggencarkan seperti hari ini Provinsi Banten melakukan pemutihan denda pajak warga untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Kedua, lanjut dia, pendekatan ekstentifikasi dan intensifikasi. Ketiga pendekatannya digitalisasi untuk mempermudah masyarakat. Keempat kolaborasi dengan berbagai pihak. "Bahkan kejaksaan dan lain-lain, kelima monev (monitoring evaluasi)," kata dia.

2. Soal PAD Lebak tergolong kecil, ini kata Dody

IDN Times/Muhamad Iqbal
IDN Times/Muhamad Iqbal

Saat ditanya, mengapa PAD Lebak tergolong kecil, Dody berkilah bahwa salah satu faktornya adalah pajak. 

Saat mulai memimpin Bapenda Lebak, Dody menyebut bahwa pendapatan dari pajak sekitar Rp150 miliar, sementara saat ini sudah mencapai Rp248 miliar. "Itu dari pajak saja, belum dari retribusi, kan PAD itu pintunya ada pajak," kata dia. 

Oleh karena itu, Bapenda bakal fokus terus meningkatkan pendapatan dari sektor pajak ini.

Dody mengatakan, pada tahun ini pihaknya tengah mencoba melakukan modernisasi perpajakan, agar layanan perpajakan dimodernkan dengan konteks untuk meningkatkan PAD.

"Untuk meningkatkan PAD yang kami lakukan, yaitu di sektor-sektor yang paling tren hari ini yang di hotel restoran dan lain-lain. Ada juga di mineral bukan logam besar juga," kata dia.

3. Dody: perpajakan di Kabupaten Lebak memiliki keunikan

Ilustrasi pajak (freepik.com/freepik)
Ilustrasi pajak (freepik.com/freepik)

Dody mengaku, pihaknya pun terus belajar dengan kabupaten kota yang lain terkait PAD. Menurutnya, perpajakan misal dalam sektor Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Kabupaten Lebak memiliki keunikan tersendiri.

"Lebak itu kabupaten terbesar di Provinsi Banten, harusnya PBB-nya paling besar," kata dia. 

Meski demikian, sebagian besar wilayah Lebak itu dimiliki Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), PT Perkebunan Nusantara, hingga Perhutani--di mana pajaknya dikumpulkan pemerintah pusat. 

Jadi, lanjut dia, hari ini pihaknya sedang berupaya memodernkan perpajakan agar-agar ruang-ruang kosong dalam perpajakan itu bisa terisi sehingga ada legacy yang baik untuk Kabupaten Lebak dalam konteks rasio kemadirian yang baik.

"Selain rasio kemandirian yang baik, kan pertumbuhan pajak harus bagus, tapi yang paling penting adalah angka ketaatan wajib pajak," ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mendorong para wajib pajak melaksanakan kewajiban mereka dengan taat. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhamad Iqbal
Ita Lismawati F Malau
Muhamad Iqbal
EditorMuhamad Iqbal

Latest News Banten

See More