Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak di Tangsel Menurun

- Partisipasi pemilih di Tangsel pada Pilkada 2024 turun dari 60,28% menjadi 57%
- Dari 1.058.127 DPT, hanya 599.769 jiwa yang menggunakan hak pilih
- Tingkat partisipasi masyarakat menurun akibat pemilihan suara ulang (PSU) dan KPU Tangsel akan melakukan evaluasi
Tangerang Selatan, IDN Times - Partisipasi pemilih di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Pilkada Serentak 2024 menurun jika dibandingkan tahun 2020 lalu dalam kontestasi politik serupa. Pada pilkada 2020, jumlah pemilih yang datang ke (TPS) sekitar 60,28 persen.
“Itu (kini) di angka 57 persen,” kata Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, KPU Kota Tangsel, Heni Lestari, Kamis (5/12/2024).
1. Dari 1.058.127 pemilih, hanya 599.769 yang menggunakan haknya

Daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada 2024 di Kota Tangsel sebanyak 1.058.127 jiwa. Namun jumlah warga yang menggunakan hak pilih dan mencoblos pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel serta Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, hanya setengah dari DPT.
“Dan yang menggunakan hak suaranya (Pilkada 2024) 599.769 jiwa,” kata Heni.
2. Angka pemilih turun juga dalam pemungutan suara ulang di sejumlah TPS

Menurutnya, angka itu sudah termasuk tingkat partisipasi masyarakat saat melakukan pemilihan suara ulang di beberapa TPS di Tangsel.
“Dengan adanya tiga PSU makin anjlok tingkat partisipasinya, jauh berbeda jomplang dengan saat pemilihan di 27 November,” katanya.
3. KPU akan mengevaluasi kondisi tersebut

Heni menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi hingga ke tingkat terbawah, terkait partisipasi pemilih yang rendah saat Pilkada 2024 berlangsung.
“Bahkan, misalnya penyumbang terbanyak partisipasi terendah dimana, itu kami datangi untuk lakukan sosialisasi langsung ke situ,” ujarnya.




















