Pemkot Tangerang Buka 12 Sekolah Lansia

- Pemerintah Kota Tangerang membuka 12 Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (SLBKL) di berbagai kecamatan.
- Program pendidikan non-formal untuk lansia bertujuan agar tetap sehat, mandiri, dan berdaya guna.
- Ada harapan agar lansia dapat mencapai level pembelajaran yang membuat mereka bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Kota Tangerang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang membuka 12 Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (SLBKL). Belasan sekolah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan se-Kota Tangerang.
Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Nurdin mengatakan, sekolah lansia di tiap kecamatan se-Kota Tangerang tersebut, merupakan bentuk kepedulian terhadap lansia yang dituangkan melalui program pendidikan non-formal yang dirancang khusus bagi lansia agar tetap sehat, mandiri, dan berdaya guna.
"Program ini tidak hanya memberikan wawasan dan keterampilan baru, tetapi juga membangun lingkungan sosial yang mendukung kesejahteraan lansia," kata Nurdin, Rabu (12/02/2025).
1. Di Kota Tangerang ada 98.914 lansia

Nurdin menjelaskan, program tersebut penting sebagai upaya untuk menjadikan lansia yang turut serta dalam pendidikan. Mereka pun bisa menjadi sebagai model dan panutan bagi lansia yang lain.
Nurdin mengatakan, di Kota Tangerang ada 98.914, dari 1.957.349 penduduk, yang memasuki usia lanjut. Untuk itulah, Pemkot memberikan perhatian khusus kepada para lansia ini agar terus dapat menghadapi berbagai tantangan.
"Dengan pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, tetapi juga membangun kebersamaan, semangat, dan kemandirian bagi para lansia khususnya di Kota Tangerang," ungkap Nurdin.
2. Para lansia akan mendapatkan pelajaran dari berbagai level
Nurdin berharap, melalui program SLBKL tersebut para peserta didik dapat mencapai berbagai level pembelajaran dan semakin berdaya guna bagi masyarakat luas.
Level standar 1, menurut Nurdin, artinya lansia tersebut mampu bermanfaat bagi diri sendiri, menjadi lansia tangguh dan menemukan kebahagiaan dalam dirinya. Level standar 2, lansia mampu mempertahankan kebahagiaan, menjadi lansia tangguh, serta bermanfaat bagi keluarga.
"Dan level standar 3, mampu menjadi Duta Lansia dan teladan bagi masyarakat," kata dia.



















