Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Puluhan Unggas di Lebak Mati Mendadak

Puluhan Unggas di Lebak Mati Mendadak
Unggas mendadak mati di Lebak (Antara/Mansyur)
Share Article

Lebak, IDN Times -  Warga di Babakan, Desa Sukamanah, Lebak sempat was-was setelah 52 ekor unggas di sana mati mendadak dalam sepekan. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak pun menerjunkan petugas. 

"Kami khawatir kematian unggas itu terkena flu burung sehingga melaporkan ke dinas peternakan dan kesehatan hewan setempat untuk ditindaklanjuti," kata salah satu warga Babakan bernama Romli, seperti dikutip dari Antara, Senin (24/7/2023).

1. Hasil pemeriksaan petugas, unggas itu mati bukan karena flu burung

ilustrasi bakteri (pixabay.com/qimono)
ilustrasi bakteri (pixabay.com/qimono)

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengungkap, petugas sudah memeriksa unggas yang mati mendadak itu. 

 "Kami gerak cepat dan hasil pemeriksaan di lapangan unggas mati itu akibat bakteri snot dan negatif flu burung," kata Rahmat. 

2. Unggas terkena bakteri snot, ini gejalanya

Unggas mendadak mati di Lebak (Antara/Mansyur)
Unggas mendadak mati di Lebak (Antara/Mansyur)

Rahmat menjelaskan lebih lanjut, penyebaran bakteri snot itu terjadi karena dampak perubahan cuaca. Bakteri ini menyebabkan ayam kurang nafsu makan yang mengakibatkan pertumbuhan dan produktivitas ayam menjadi terhambat.

Rahmat Yuniar mengemukakan bahwa risiko penyakit snot dapat menyebabkan kematian pada ayam meskipun secara statistik hanya 30 persen. "Unggas yang terserang snot jangan dibiarkan begitu saja, segera dipisahkan dari ayam-ayam lain dan diobati," kata dia.

3. Cara mengobati unggas yang kena snot

bawang putih (IDN Times/Vadhia Lidyana)
bawang putih (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Unggas yang terkena snot, kata dia, bisa diobati dengan  bahan alami, seperti bawang putih diparut dan berikan kepada ayam yang sakit. 

Selain itu, pemilik unggas juga bisa menggunakan bawang merah maupun jahe dicampur dalam 1 liter air, gula batu sebesar 5 sentimeter, dan direbus. Setelah dingin, larutan disaring dan ditambahi dengan gula batu dan air sebanyak 10 liter, lalu berikan pada ayam.

"Kami minta pemilik unggas agar bisa mengobati secara tradisional agar terbebas dari penyakit snot," katanya menjelaskan.

Pemilik unggas juga perlu menjaga kebersihan kandang secara rutin dari sisa-sisa makanan dan kotoran ayam. Kandang juga harus disesuaikan dengan populasi ayam sehingga ada sirkulasi udara di dalam kandang lancar dan tidak pengap atau lembap.

Selanjutnya, penyemprotan desinfektan untuk membunuh segala kuman penyebab penyakit di kandang dan selanjutnya, ayam itu diberikan vaksin, vitamin, dan perbaiki mutu pakan ayam agar daya tahan tubuhnya meningkat.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau

Latest News Banten

See More

94 Dapur MBG di Tangsel Belum Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi

16 Jun 2026, 13:46 WIBNews