Kawasan Baduy tutup (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Jauh sebelum daerah-daerah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Suku Baduy sudah lebih dulu menutup diri dari dunia luar. Lockdown ala Suku Baduy itu memang bertepatan dengan ritual Kawalu.
Tata cara penerapan ritual itu sendiri mirip dengan lockdown yang diterapkan di berbagai negara. Hanya saja mereka tak ada unsur aparat penegak hukum dalam mempertegas pelaksanaannya.
Dalam menjalankannya, mereka sangat menaati aturan di ritual Kawalu, karena berpedoman akan kena musibah, karma, dan tulah jika melanggar.
Berdasarkan banyak literatur dan pengalaman jurnalis IDN Times yang melakukan reportase ke desa adat Baduy, ritual Kawalu di Baduy sendiri berdasarkan kesepakatan tangtu tilu (pemimpin keagamaan) dan Kepala Desa Kanekes. Ritual ini berlangsung dari tanggal 25 Februari hingga 30 Mei 2020 atau 1 Kawalu Tembey - 1 Safar menurut kalender Baduy.
Tahun ini suku adat Baduy sudah mulai menutup pintu bagi kunjungan orang luar sejak pertengahan Januari.
Kawalu merupakan ritual rutin tahunan di mana masyarakat Baduy menutup diri dari wisatawan atau pendatang. Ritual Kawalu tersebut akan berlangsung hingga tiga bahkan empat bulan. Suku Baduy percaya bahwa cara isolasi melalui ritual ini akan menjauhkan mereka dari marabahaya dan akan mendatangkan keberkahan.