Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Foto udara kawasan permukiman yang terendam banjir di Perumahan Taman Cikande, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/1/2026)
Foto udara kawasan permukiman yang terendam banjir di Perumahan Taman Cikande, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/1/2026) (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

Intinya sih...

  • Fase Bulan Baru pada 19 Januari 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut

  • Warga diminta terus memantau perkembangan cuaca Banten

  • Potensi hujan lebat dan banjir rob di sejumlah wilayah Banten perlu diwaspadai

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times - Warga Banten diminta mewaspadai sejumlah bencana pada pekan ini menyusul intensitas hujan lebat yang berpeluang terjadi. Berdasarkan peringatan dini dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, akan ada potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat serta banjir pesisir (rob) yang diperkirakan melanda wilayah Provinsi Banten pada periode 17–22 Januari 2026.

Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto mengatakan, kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh berbagai fenomena atmosfer, mulai dari penguatan Monsun Asia, anomali suhu muka laut, hingga adanya bibit Siklon Tropis 96S.

"Berdasarkan analisis, potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada 17–19 Januari 2026 perlu diwaspadai di Kabupaten dan Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Lebak bagian selatan, serta Pandeglang bagian barat dan selatan," kata Hartanto, seperti dikutip dari ANTARA, Sabtu (17/1/2026).

Sementara untuk wilayah Kabupaten Lebak bagian utara, Pandeglang bagian utara dan tengah, Kota Cilegon, serta Serang raya diprediksi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat pada periode yang sama.

1. Fase Bulan Baru pada 19 Januari 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut

Banjir rob di Kampung Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang ( ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

Selain potensi hujan, Hartanto juga menyoroti adanya fase Bulan Baru pada 19 Januari 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut. Ia meminta masyarakat di wilayah pesisir untuk mewaspadai potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada 18–22 Januari 2026.

"Wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi Pesisir Utara Tangerang, Pesisir Utara Serang, Pesisir Selatan Pandeglang, dan Pesisir Selatan Lebak," ujarnya.

BBMKG juga mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi angin kencang dengan kecepatan lebih dari 25 knot pada 18–21 Januari 2026, khususnya di Kabupaten Pandeglang bagian barat dan selatan, Lebak bagian selatan, serta Kabupaten Serang bagian barat.

2. Warga diminta terus memantau perkembangan cuaca Banten

oto udara kawasan permukiman yang terendam banjir di Perumahan Taman Cikande, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/1/2026). Banjir setinggi 60 centimeter hingga dua meter akibat luapan Sungai Cidurian (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

Hartanto menjelaskan, peringatan ini penting diperhatikan mengingat dalam sepekan terakhir ada peningkatan curah hujan yang signifikan di wilayah Banten.

Curah hujan tinggi tercatat di Kabupaten Serang mencapai 148 mm/hari, Lebak 145 mm/hari, dan Pandeglang 124 mm/hari. Kondisi ini sebelumnya telah memicu banjir yang belum surut di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang dan Jayanti, Kabupaten Tangerang, serta tanah longsor di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

"Kami mengimbau masyarakat, terutama di daerah rawan bencana, untuk melakukan langkah antisipatif dan terus memantau informasi cuaca resmi, melalui aplikasi InfoBMKG atau media sosial @bmkgwilayah2," katanya

Editorial Team