Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Warga Rangkasbitung Keluhkan Menu MBG Saat Puasa, Begini Isinya

Warga Rangkasbitung Keluhkan Menu MBG Saat Puasa, Begini Isinya
Warga Rangkasbitung mengeluhkan menu MBG saat Ramadan (Dok. IDN Times/warga)
Intinya Sih

  • Wali murid di SD Negeri 2 Mekarsari, Rangkasbitung, mengeluhkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan karena dianggap kurang cocok untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

  • Menu MBG berisi jagung rebus, ayam dan tempe ungkep, serta jeruk dinilai tidak sesuai kebutuhan anak saat berbuka dan memerlukan pengolahan ulang oleh orangtua agar layak disajikan.

  • Wali murid berharap ada evaluasi dari pihak penyelenggara atau alternatif bantuan berupa uang agar orangtua bisa menyiapkan makanan berbuka yang lebih sesuai bagi anak-anak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lebak, IDN Times — Wali murid di SD Negeri 2 Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengeluhkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan selama bulan Ramadan. Keluhan muncul karena menu yang diterima siswa dinilai kurang sesuai untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket MBG yang dibagikan kepada siswa berisi jagung rebus, daging ayam dan tempe ungkep, serta jeruk.

1. Menu dinilai kurang pas untuk buka puasa

Warga Rangkasbitung mengeluhkan menu MBG saat Ramadan
Warga Rangkasbitung mengeluhkan menu MBG saat Ramadan(Dok. IDN Times/warga)

Salah satu wali murid, Deni, menilai menu tersebut kurang tepat jika dikategorikan sebagai makanan bergizi untuk momentum Ramadan.

“Kalau menu tersebut disimpan dan disantap saat berbuka puasa, rasanya kurang pas. Biasanya anak-anak butuh makanan yang hangat untuk berbuka,” kata Deni saat dihubungi, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, perlu ada evaluasi dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar penyusunan menu selama bulan Ramadan lebih mempertimbangkan kebutuhan siswa.

2. Orangtua harus mengolah ulang

Warga Rangkasbitung mengeluhkan menu MBG saat Ramadan
Warga Rangkasbitung mengeluhkan menu MBG saat Ramadan (Dok. IDN Times/warga)

Deni menjelaskan, secara program MBG memang membantu. Namun kualitas dan variasi menu perlu diperhatikan. Dia mencontohkan, lauk seperti ayam dan tempe ungkep masih harus digoreng kembali oleh orangtua sebelum disajikan saat berbuka.

“Untuk jagung rebus kalau dimakan saat berbuka apakah bagus buat kesehatan anak? Lalu, ayam dan tempe ungkep orangtua juga harus menggoreng lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika menu MBG selama Ramadan tidak disesuaikan, lebih baik bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang. Menurutnya, orangtua akan lebih leluasa menyiapkan menu berbuka yang sesuai bagi anak.

“Yang dimakan langsung saja banyak yang basi, apalagi menu MBG di bulan puasa yang saat ini diberikan malah jadi mubazir,” ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara program MBG terkait keluhan wali murid tersebut.

Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More