Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Soroti Dugaan Polusi Pabrik di Pasar Kemis, Balita Alami ISPA
Warga Soroti Dugaan Polusi Pabrik di Pasar Kemis, Balita Alami ISPA (Dol. IDN Times/Ade)
  • Warga Pasar Kemis menyoroti dugaan polusi udara dari pabrik peleburan logam PT Xin Xing Steel setelah seorang balita mengalami ISPA dan dirawat di rumah sakit.
  • DLHK Kabupaten Tangerang meminta laporan resmi dari warga sebelum melakukan verifikasi dan penindakan terhadap dugaan pencemaran udara di kawasan industri padat penduduk tersebut.
  • Pihak DLHK menegaskan perlu koordinasi dengan dinas kesehatan untuk memastikan penyebab ISPA serta akan menelusuri lebih lanjut jika laporan disertai bukti awal seperti foto atau video.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times – Dugaan pencemaran udara dari aktivitas pabrik di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan warga. Keluhan mencuat setelah seorang balita dilaporkan mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Warga menduga sumber polusi berasal dari aktivitas pabrik peleburan logam, yakni PT Xin Xing Steel, yang disebut masih beroperasi terutama pada malam hari. Menurut warga, aktivitas pabrik kerap menimbulkan asap tebal dan percikan api yang memicu kekhawatiran terhadap kesehatan lingkungan sekitar.

Pantauan di lapangan menunjukkan lokasi pabrik berada di pinggir Jalan Raya Pasar Kemis, tanpa papan nama perusahaan yang jelas di bagian depan. Di sekitar gerbang, tercium aroma menyengat seperti bekas pembakaran, bahkan dari luar area pabrik.

1. Aktivitas pekerja dan kendaraan terpantau

Warga Soroti Dugaan Polusi Pabrik di Pasar Kemis, Balita Alami ISPA (Dol. IDN Times/Ade)

Sejumlah pekerja terlihat keluar masuk area pabrik tanpa mengenakan seragam resmi. Beberapa di antaranya tampak dengan pakaian kotor, diduga baru selesai bekerja di area produksi. Selain itu, kendaraan bak terbuka juga terlihat hilir mudik dengan muatan tertutup terpal.

Pabrik tersebut berada di kawasan padat penduduk. Rumah warga terlihat berdiri cukup dekat, baik di bagian depan maupun belakang area industri. Kondisi ini menambah kekhawatiran warga terhadap dampak jangka panjang pencemaran udara.

2. DLHK minta laporan resmi

Warga Soroti Dugaan Polusi Pabrik di Pasar Kemis, Balita Alami ISPA (Dol. IDN Times/Ade)

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian DLHK Kabupaten Tangerang, Sandi Nugraha, menyatakan pihaknya membutuhkan laporan resmi sebelum melakukan penindakan.

“Kalau memang ada aduan, biasanya kita akan melakukan verifikasi dan mengecek sumbernya dari mana. Karena di lokasi tersebut juga ada beberapa industri lain, jadi harus di-cross check,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, laporan bisa disampaikan melalui RT, RW, atau pemerintah desa sebagai dasar penerbitan surat tugas untuk turun ke lapangan.

3. ISPA perlu kajian lebih lanjut

Warga Soroti Dugaan Polusi Pabrik di Pasar Kemis, Balita Alami ISPA (Dol. IDN Times/Ade)

Terkait dugaan dampak kesehatan, Sandi menegaskan bahwa kasus ISPA tidak bisa langsung dikaitkan dengan satu sumber pencemaran. Menurutnya, perlu koordinasi dengan dinas kesehatan untuk memastikan penyebabnya.

“ISPA itu sifatnya tidak langsung seperti keracunan. Jadi butuh proses untuk membuktikannya,” jelasnya.

DLHK memastikan akan melakukan penelusuran lebih lanjut jika laporan resmi disertai bukti awal seperti foto atau video dari warga telah diterima, termasuk kemungkinan uji laboratorium untuk memastikan adanya pelanggaran baku mutu lingkungan.

Editorial Team