Ilustrasi kawasan pengentasan RTLH (IDN Times/Larasati Rey)
Selain bantuan pemerintah pusat dan Baznas, Pemprov Banten juga tengah menjajaki bantuan dari Pemerintah Qatar untuk pembangunan hunian bagi masyarakat kurang mampu. Dimyati mengatakan, bantuan tersebut diarahkan untuk membangun 50 unit rumah di atas lahan sekitar satu hektare yang telah dihibahkan oleh istrinya, Irna Narulita Dimyati.
"Tanahnya dihibahkan oleh Bu Irna, sebanyak 1 hektare kurang lebih untuk rumah orang miskin. Dibangun 50 rumah. Harga rumahnya lumayan mahal, satu rumah kurang lebih hampir Rp200 juta satu rumah," ujarnya.
Menurut Dimyati, rencana bantuan tersebut diperoleh melalui komunikasi dengan Duta Besar Qatar. Dia berharap Pemerintah Qatar dapat membantu penyediaan hunian bagi masyarakat kurang mampu di Banten.
"Duta Besar Qatar dekat dengan saya dan saya minta bantuannya. Insyaallah Pemerintah Qatar pun bantu pemerintah Indonesia, khususnya Banten," katanya.
Sebelumnya, Kepala DPRKP Banten Rahmat Roegianto membenarkan penurunan target pembangunan RTLH tahun ini. "Kita sudah bangun 389 (tahun lalu). Kalau tahun ini kita berkurang, kita siapkan 87, baru mau mulai," ujar Rahmat.
Sebanyak 87 unit RTLH tersebut akan dibangun di delapan kabupaten dan kota. Namun, Pemprov Banten memprioritaskan wilayah Banten Selatan, terutama Kabupaten Pandeglang dan Lebak.
"Prioritas tahun ini delapan kabupaten kota, tapi paling banyak di selatan, di Pandeglang dan Lebak," katanya.