Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Awal 2026, Sudah 63 Laporan Kekerasan Seksual Anak di Tangsel

Awal 2026, Sudah 63 Laporan Kekerasan Seksual Anak di Tangsel
Ilustrasi tindak kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)
Intinya Sih

  • UPTD PPA Tangsel mencatat 63 laporan kekerasan seksual terhadap anak sejak Januari hingga 24 Februari 2026, menunjukkan peningkatan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Mayoritas korban adalah anak laki-laki dengan lokasi kejadian terbanyak di lingkungan rumah tangga dan sekolah, sementara jenis kasus paling dominan berupa pencabulan.
  • Kecamatan Serpong mencatat jumlah kasus tertinggi, dan pihak UPTD menekankan pentingnya edukasi serta peran orangtua dalam mencegah kekerasan seksual pada anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang Selatan, IDN Times – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mencatat sebanyak 63 laporan berbagai jenis kasus telah masuk sejak Januari hingga 24 Februari 2026.

Kepala UPTD PPA Kota Tangsel, Tri Purwanto membenarkan tingginya laporan tersebut. Dari total kasus yang diterima, tujuh di antaranya merupakan laporan pencabulan terhadap anak, termasuk perkara yang menjerat tersangka E (18) di Serpong Utara yang diduga mencabuli empat anak yang masih memiliki hubungan keluarga.

“Sudah,” kata Tri, Selasa (24/2/2026).

1. Korban mayoritas merupakan anak laki-laki

Ilustrasi Kekerasan Anak Di NTB (IDN TIMES)
Ilustrasi Kekerasan Anak Di NTB (IDN TIMES)

Tri merinci, jumlah korban anak laki-laki mencapai 29 orang, sedangkan anak perempuan sebanyak 13 orang. Berdasarkan jenjang pendidikan, korban terdiri dari anak belum sekolah sebanyak empat orang, SD 30 orang, SLTP 11 orang, dan SLTA 10 orang.

Dari sisi lokasi kejadian, kasus paling banyak terjadi di lingkungan rumah tangga dengan 33 laporan, disusul sekolah sebanyak 22 laporan. “Jenis laporan anak-anak terkait pencabulan 21 kasus,” ungkapnya.

2. Serpong jadi wilayah terbanyak laporan kasus

Ilustrasi tindak kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi tindak kekerasan anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Sebaran kasus tercatat paling banyak berada di Kecamatan Serpong dengan 22 kasus, disusul Ciputat 13 kasus, Pondok Aren 12 kasus, Pamulang 8 kasus, Serpong Utara 4 kasus, Setu 3 kasus, dan Ciputat Timur 1 kasus.

Tri mengingatkan pentingnya peran orangtua dalam pencegahan. Menurut dia, edukasi sejak dini kepada anak menjadi kunci utama untuk menekan kasus kekerasan seksual.

“Pola asuh, ajarin anak terkait daerah tubuh mereka yang tidak boleh disentuh oleh orang,” paparnya.

3. Angkanya naik jika dibanding periode sama pada tahun lalu

Ilustrasi kekerasan anak. Pixabay.com
Ilustrasi kekerasan anak. Pixabay.com

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena pelaku kekerasan seksual terhadap anak kerap berasal dari lingkungan terdekat korban. “Waspada. Kekerasan seksual pada anak bisa terjadi pada siapa saja dan pelakunya bisa orang terdekat dari korban,” ujar Tri.

Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 lalu UPTD PPA Tangsel mencatat terdapat 51 kasus pencabulan terhadap anak. Angka pada awal 2026 ini dinilai menjadi alarm serius bagi semua pihak untuk memperkuat upaya pencegahan dan perlindungan anak di wilayah tersebut.

Laporkan!

ilustrasi telepon (freepik.com/gesrey)
ilustrasi telepon (freepik.com/gesrey)

Jika kamu melihat atau mengetahui ada indikasi kekerasan dan eksploitasi yang dialami anak-anak, jangan diam dan laporkan!

Berikut salah satu lembaga yang bisa kamu hubungi:

1. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten

Komplek Griya Gilang Sakti, Blok B3, Sumur Pecung, Kota Serang, Banten

HP: 085211559388

2. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Alamat:

Jl. Teuku Umar No. 10 Gondangdia Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta, Indonesia

Telepon: (+62) 021-319 015 56

Whatsapp: 0821-3677-2273

Fax: (+62) 021-390 0833

Email: pengaduan@kpai.go.id

3. Kantor Polisi terdekat

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More