Banjir dan Longsor di Lebak, 3 Warga Meninggal

Serang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten Kabupaten Lebak mencatat ada tiga warga yang meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor.
Tiga korban tersebut adalah Difa Ajahroh (14) Dimas (13) warga Banjarsari, dan Rosih (64). Sementara itu, satu korban lagi Daffa Salman (7) warga Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak mengalami luka-luka tertimbun longsor.
1. Korban meninggal di waktu dan tempat berbeda

Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Pratama Rizky mengatakan, kejadian meninggal dunia akibat bencana alam di wilayahnya tidak dalam waktu bersamaan. Peristiwanya terjadi di tempat dan waktu yang berbeda.
Korban pertama atas nama Difa di Cipanas, meninggal dunia pada 3 Desember 2024 karena longsor, dan tertimpa material rumah. Kemudian di hari berikutnya atas nama Dimas meninggal dunia hanyut terbawa arus banjir dengan ketinggian dua meter.
"Ketiga atas nama Rosih, almarhum sedang pulang dari kebun tertimpa pohon angin kencan saat itu, selang 2 jam baru diketemukan oleh warga laian pulang dari kebun juga," kata Febby saat dikonfirmasi, Jumat (6/12/2024).
2. Sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum juga rusak

Selain menelan korban jiwa dampak bencana banjir dan longsor juga menyebabkan belasan infrastruktur dan fasilitas umum rusak di Kabupaten Lebak.
“Akses jalan terputus dan ada beberapa titik longsor yang terjadi di Kecamatan Cibeber dan Bayah,” katanya.
Dia menuturkan akses jalan terbaru yang rusak, yakni akses menuju Gununungluhur tepatnya akses jalan provinsi tepatnya ruas Cipanas-Ciaparay, Desa Majasari, Kecamatan Sobang.
Untuk penanganan infrastruktur, menurut Febby, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan penanganan. “Karena sebagian ada juga yang masuk kewenangan pemerintah provinsi Banten, seperti akses ke wisata Gunung Luhur,” katanya.
3. BPBD mengimbau warga tetap waspada dengan kondisi cuaca cuca belakangan ini

Ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada mengenai kondisi cuaca belakangan ini. Pemerintah, tegas Febby, tengah berupaya memberikan pelayanan terbaik.
“Infrastruktur yang rusak itu juga satu persatu tentunya akan diperbaiki oleh pemerintah. Kita harap masyarakat tetap tenang dan waspada,” katanya.



















