Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dikepung Genangan, Warga Parung Kored Tagih Janji Anggota DPRD Soal Drainase

Dikepung Genangan, Warga Parung Kored Tagih Janji Anggota DPRD Soal Drainase
Drainase Tertutup Proyek, Warga Parung Kored Terjebak Banjir (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Intinya Sih
  • Warga Parung Kored menuntut janji pembangunan drainase dari anggota DPRD setelah wilayah mereka kerap tergenang air akibat proyek pengurugan lahan yang menutup aliran air.
  • Proyek pengurugan awalnya direncanakan untuk lapangan padel namun terbengkalai, membuat warga kecewa karena banjir kini rutin terjadi dan pembangunan drainase baru dijadwalkan Agustus 2026.
  • Anggota DPRD Jamaluddin membantah menutup saluran air warga, menyebut sebagian drainase sudah dibuat dan sisanya diusulkan ke Pemkot Tangerang untuk dikerjakan pertengahan tahun ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kota Tangerang, IDN Times - Warga Kampung Parung Kored, RW 02 RT 01, Kelurahan Parung Jaya, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, menagih janji pembangunan drainase yang disebut pernah disampaikan anggota DPRD Kota Tangerang. Keluhan ini mencuat seiring genangan air yang terus berulang setiap kali hujan turun.

Warga menyebut kondisi tersebut baru terjadi dalam beberapa bulan terakhir, setelah adanya aktivitas pengurugan lahan di belakang permukiman yang berdampak pada tertutupnya aliran air.

Salah satu warga berinisial HS mengatakan anggota DPRD Kota Tangerang, Jamaluddin, sempat terlibat dalam komunikasi antara warga, pihak perusahaan, dan pemerintah saat pembahasan proyek berlangsung.

“Waktu itu PT diwakili oleh Pak Haji Jamal. Katanya akan dibuat drainase untuk mengatasi dampak pengurukan lahan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

1. Warga sebut wilayahnya tak pernah banjir sebelumnya

Drainase Tertutup Proyek, Warga Parung Kored Terjebak Banjir
Drainase Tertutup Proyek, Warga Parung Kored Terjebak Banjir (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Permasalahan bermula dari proyek pengurugan lahan yang awalnya direncanakan untuk pembangunan lapangan padel. Namun proyek tersebut tidak dilanjutkan dan kini terbengkalai, sementara dampaknya justru dirasakan warga dalam bentuk genangan air.

Warga menyebut wilayah tersebut sebelumnya tidak pernah mengalami banjir sejak puluhan tahun lalu. Namun kini, setiap hujan turun, air menggenangi permukiman karena saluran pembuangan tidak lagi berfungsi.

Kekecewaan warga semakin memuncak setelah adanya informasi bahwa pembangunan drainase baru akan direalisasikan pada Agustus 2026. Warga menilai waktu tersebut terlalu lama mengingat kondisi yang mendesak.

“Kalau sekarang masih April, berarti empat bulan lagi. Warga keburu menderita duluan kalau tiap hujan banjir terus,” kata S salah satu tokoh warga.

2. Ini jawaban Jamalludin

Drainase Tertutup Proyek, Warga Parung Kored Terjebak Banjir
Drainase Tertutup Proyek, Warga Parung Kored Terjebak Banjir (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Menanggapi hal tersebut, Jamaluddin membantah tudingan bahwa dirinya menutup akses drainase warga. Ia menegaskan tidak ada saluran air yang ditutup, melainkan selama ini aliran air warga justru mengarah ke lahannya.

“Yang ada itu masyarakat membuang aliran drainase ke lahan saya. Saya sudah siapkan salurannya, kenapa dibuang ke lahan saya,” katanya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, sebelum lahan tersebut diuruk, area itu merupakan tanah kosong yang memiliki empang dan kerap dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan air. Namun setelah dibeli dan direncanakan untuk pembangunan, dilakukan pengurugan untuk mengatasi kondisi tanah yang rendah.

Menurutnya, sebagian saluran air sudah dibangun secara mandiri dan sisanya telah diusulkan ke Pemerintah Kota Tangerang untuk direalisasikan melalui anggaran perubahan.

“Sebagian sudah saya buat. Sisanya sudah diusulkan, kemungkinan pertengahan tahun ini dikerjakan,” ujarnya.

Jamaluddin juga menegaskan tidak memiliki niat menghalangi aliran air warga. Ia mengklaim justru tengah mendorong adanya solusi permanen melalui pembangunan drainase yang terintegrasi.

Sementara itu, warga berharap pemerintah segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Mereka meminta pembangunan drainase dipercepat agar genangan tidak terus berulang, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Banten

See More