Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Drainase Tertutup Proyek, Warga Parung Kored Terjebak Banjir

Drainase Tertutup Proyek, Warga Parung Kored Terjebak Banjir
Drainase Tertutup Proyek, Warga Parung Kored Terjebak Banjir (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Intinya Sih
  • Warga Parung Kored terendam banjir hingga 50 sentimeter akibat saluran drainase tertutup proyek pengurugan lahan di sekitar permukiman.
  • Pembangunan yang menutup jalur air diduga proyek lapangan padel terbengkalai, sementara janji pembuatan drainase baru belum terealisasi.
  • Lurah Parung Jaya telah melaporkan masalah ini ke dinas terkait dan berharap pembangunan drainase segera dilakukan untuk mencegah banjir berulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kota Tangerang, IDN Times - Warga Kampung Parung Kored, Kelurahan Parung Jaya, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, harus menghadapi genangan air yang tak kunjung surut selama berhari-hari terakhir. Di RT 01 RW 01, ketinggian air bahkan mencapai 50 sentimeter dan merendam permukiman.

Warga menyebut banjir ini bukan semata akibat hujan, melainkan dampak dari proyek pengurugan lahan yang menutup jalur pembuangan air yang selama ini digunakan.

Salah satu warga, Nurhalim, mengatakan wilayah tersebut sebelumnya tidak pernah mengalami banjir karena memiliki sistem resapan alami dari empang di sekitar permukiman.

“Banjir ini sebenarnya baru beberapa bulan ini sejak ada pembangunan di belakang. Sebelumnya sama sekali tidak pernah ada banjir,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

1. Drainase tertutup tembok bangunan

Drainase Tertutup Proyek, Warga Parung Kored Terjebak Banjir
Drainase Tertutup Proyek, Warga Parung Kored Terjebak Banjir (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Ia menjelaskan, jalur drainase yang sebelumnya berfungsi dengan lebar sekitar 80 sentimeter kini tertutup fondasi bangunan. Akibatnya, air hujan dan limbah rumah tangga tidak memiliki saluran pembuangan.

“Sekarang tertutup total sama fondasi bangunan. Air nggak bisa ke mana-mana, akhirnya ngumpul di pemukiman warga. Ini saja sudah tiga hari nggak surut,” katanya.

Upaya penanganan dengan pompa air pun dinilai tidak efektif. Warga mengaku kesulitan membuang air karena tidak ada lagi saluran yang bisa menampung.

“Pompa sudah ada, tapi mau dibuang ke mana? Jalurnya ditutup semua, jadi percuma,” keluhnya.

2. Bangunan yang ganggu drainase diduga lapangan padel

Drainase Tertutup Proyek, Warga Parung Kored Terjebak Banjir
Drainase Tertutup Proyek, Warga Parung Kored Terjebak Banjir (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Kekecewaan warga juga disampaikan tokoh setempat, Haji Samin. Ia menilai pihak pengembang belum memenuhi janji pembangunan drainase baru yang sebelumnya telah disepakati bersama warga dan pemerintah setempat.

“Janjinya mau dibuatkan drainase, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Katanya baru Agustus, padahal sekarang masih April. Warga keburu menderita duluan,” ujarnya.

Menurut Samin, lahan yang kini menutup saluran air tersebut sebelumnya direncanakan untuk pembangunan lapangan padel. Namun proyek tersebut tidak berlanjut dan justru meninggalkan persoalan bagi warga.

“Awalnya mau dibangun lapangan padel, tapi gagal. Jadi sekarang malah jadi proyek terbengkalai,” katanya.

Warga pun berharap pemerintah segera turun tangan mempercepat pembangunan drainase. Mereka menilai kondisi ini sudah merugikan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Warga bayar pajak, tapi malah dibiarkan kebanjiran begini,” ucap Samin.

3. Lurah setempat sudah laporkan persoalan ini ke dinas

Drainase Tertutup Proyek, Warga Parung Kored Terjebak Banjir
Drainase Tertutup Proyek, Warga Parung Kored Terjebak Banjir (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Sementara itu, Lurah Parung Jaya, Murdani, membenarkan wilayah tersebut merupakan dataran rendah yang rawan genangan. Ia menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan PUPR dan kecamatan. Saat banjir terjadi, kami langsung lakukan penyedotan air,” ujarnya.

Namun, ia mengakui persoalan utama terletak pada tertutupnya akses aliran air akibat perubahan fungsi lahan. Sebelumnya, kawasan tersebut memiliki empang yang berfungsi sebagai resapan.

“Dulu ada empang sebagai resapan. Setelah ditutup, akses air jadi terhambat,” jelasnya.

Pemerintah kelurahan berharap pembangunan drainase yang telah diusulkan dapat segera terealisasi tahun ini agar persoalan banjir tidak terus berulang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Banten

See More