Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemprov Banten Ajak Swasta Siapkan Bus Antar Jemput ASN

Pemprov Banten Ajak Swasta Siapkan Bus Antar Jemput ASN
Ini penampakan unit Trans Banten yang bisa dimanfaatkan warga Banten (Dok. Instagram Damri Indonesia)
Intinya Sih
  • Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah membuka peluang kolaborasi dengan pengusaha bus untuk menyediakan layanan antar-jemput ASN sebagai langkah efisiensi energi dan pengurangan kendaraan pribadi.
  • Layanan bus direncanakan beroperasi Senin hingga Kamis, sementara Pemprov masih menghitung kebutuhan armada serta menyesuaikan moda transportasi berdasarkan jarak tempuh ASN dari rumah ke kantor.
  • Inisiatif ini dinilai penting di tengah tekanan pendapatan daerah akibat kondisi ekonomi global dan penurunan pajak kendaraan, sekaligus mendorong gaya hidup lebih hemat dan sehat bagi ASN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Serang, IDN Times - Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk merealisasikan layanan bus antar-jemput bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

Menurut Dimyati, penyediaan armada tidak sepenuhnya akan bergantung pada fasilitas pemerintah, melainkan melalui kolaborasi dengan pengusaha bus. Langkah ini merupakan bagian dari upaya efisiensi energi sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di kalangan ASN.

“Saya minta biro umum mencari kerja sama dengan pengusaha bus. Kita jemput bola, supaya tidak banyak pakai mobil, tidak macet, tidak menghabiskan BBM, jadi lebih efektif dan efisien,” ujar Dimyati, Kamis (9/4/2026).

1. Melayani selama hari kerja

ASN Pemprov Banten Bakal Diantar Jemput Bus, Swasta Diajak Kolaborasi
Wagub Banten Dimyati (IDN Times/Khaerul Anwar)

Dimyati menjelaskan, operasional bus tidak direncanakan berlangsung setiap hari kerja. Layanan tersebut kemungkinan hanya berjalan pada hari Senin hingga Kamis.

“Tidak setiap hari, ada juga Jumat yang tidak. Jadi hanya Senin sampai Kamis,” katanya.

2. Pemprov hitung kebutuhan armada

ASN Pemprov Banten Bakal Diantar Jemput Bus, Swasta Diajak Kolaborasi
ilustrasi bus Debe Trans (instagram.com/debetransbus)

Dimyati menambahkan, Pemprov Banten masih akan menghitung kebutuhan armada, termasuk jenis kendaraan yang akan digunakan. Ia menekankan pentingnya aspek kenyamanan dan keandalan, mengingat armada milik Dinas Perhubungan saat ini dinilai belum mencukupi untuk melayani seluruh ASN.

“Bus Dishub tidak cukup karena ukurannya kecil. Tapi bisa saja dimanfaatkan untuk radius tertentu, semua akan kita optimalkan,” ujarnya.

Dalam skema yang tengah dikaji, moda transportasi akan disesuaikan dengan jarak tempuh ASN dari tempat tinggal ke kantor. Untuk jarak dekat, Dimyati mendorong penggunaan alternatif yang lebih hemat dan sehat.

“Kalau radiusnya dekat bisa jalan kaki, kemudian pakai sepeda, dan untuk jarak lebih jauh baru gunakan bus. Supaya lebih murah,” katanya.

3. Efisiensi dinilai penting di tengah tekanan pendapatan daerah

ASN Pemprov Banten Bakal Diantar Jemput Bus, Swasta Diajak Kolaborasi
Ilustrasi ASN

Ia menilai, langkah efisiensi ini penting di tengah tekanan terhadap pendapatan daerah, yang dipengaruhi kondisi ekonomi global dan nasional. Selain itu, ia juga menyinggung tren penggunaan kendaraan listrik yang berdampak pada penerimaan pajak kendaraan.

“Pendapatan daerah pasti berkurang karena situasi internasional dan nasional. Ditambah lagi pajak kendaraan, karena sekarang orang mulai beralih ke mobil listrik yang tidak berpajak,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Ai Dewi Suzana menyebutkan bahwa penggunaan angkutan umum masih terkendala trayek yang belum menjangkau Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) secara optimal.

Ia mengatakan, komunikasi awal dengan Dinas Perhubungan telah dilakukan untuk menjajaki penyediaan bus pegawai, meski saat ini masih menunggu persetujuan pimpinan.

“Kemarin sempat komunikasi dengan Dishub untuk menyiapkan bus. Kalau disetujui pimpinan, sepertinya ini akan bagus,” kata Ai.

Rute yang sempat dibahas meliputi sejumlah titik seperti Cinanggung, Ciceri, Kebon Jahe, hingga KP3B, serta dari wilayah Kepandean. Selain efisiensi energi, penggunaan transportasi bersama dinilai berpotensi meningkatkan kesehatan ASN.

“Bagus juga supaya kita lebih banyak berjalan,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Banten

See More